Puluhan Pekerja Dibunuh di Papua, Ali Fauzi: KKSB itu Teroris

Puluhan Pekerja Dibunuh di Papua Ali Fauzi KKSB itu Teroris Ali Fauzi. Foto: Gresnia Arela/detikX

Covesia.com - Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) menembak mati puluhan pekerja proyek jembatan di jalur Trans Papua, di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Jumlah korban meninggal diperkirakan antara 24 hingga 31 orang. 

Peristiwa penembakan mulai diketahui setelah polisi menerima laporan pada Senin (4/12) lalu. Pada Senin (3/12) pukul 15.30 WIT polisi menerima laporan dari warga soal adanya penembakan 31 pekerja proyek Trans Papua di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

Menurut Direktur Yayasan Lingkar Perdamaian (YLP), Ali Fauzi, KKSB di Papua adalah teroris. 

"KKSB adalah penamaan identitas yang kurang tepat sehingga mereka makin merajalela dan mendapatkan angin," katanya menjawab pertanyaan Covesia.com melalui pesan whatsapp, Selasa (4/12/2018). 

Dia mengatakan, KKSB sudah layak dikategorikan sebagai teroris karena unsur-unsur tindakan terorisme terpenuhi. 

"Mereka melakukan kejahatan dengan terorganisir, memberikan ketakutan pada masyarakat dan ingin memisahkan diri dari NKRI," jelasnya.

Dia mengatakan, di saat yang sama, aksi-aksi yang dilakukan oleh pelaku penembakan, pemboman di Jawa, langsung dilabeli identitas sebagai teroris.

"Tentu ini menjadi hal buruk ke depannya," ujar mantan kepala instruktur perakitan bom Jamaah Islamiyah Jawa Timur.

Menurutnya, peristiwa kekerasan oleh KKSB di Papua sudah sering terjadi. 

Dia menilai, butuh operasi dan juga penanganan khusus dari Polri.

"Tetapi ketika di lapangan anggota Polri dan TNI masih takut-takut, karena (jika Polri/TNI) melakukan aksi balasan sedikit saja, akan dituduh melanggar HAM. Dunia berteriak, Indonesia melakukan kejahatan kemanusiaan dan lainnya," ulas Ali.

Menurutnya, tidak mudah menghilangkan aksi dan keberadaan KKSB dari tanah Papua.

"Dugaan kuat saya, di balik mereka ada ''supporter'' dari luar yang memang ingin supaya Papua terlepas dari NKRI," duganya.

Dia mengemukakan, operasi intelijen perlu dikuatkan. Pihak Polri/ TNI terjunkan sebanyak mungkin anggota untuk melakukan pembinaan pada masyarakat.

"Saya yakin negara sudah paham ''maping'' mereka. Siapa (yang berada) di balik layar," ujarnya.

Dia menambahkan, meski tidak mudah, tetapi Negara melalui aparat Polri dan TNI mampu menumpas keberadaan KKSB di Papua. 

"Apakah TNI kita lemah, polisi kita rapuh? Tidak. TNI kuat, Polisi kita digdaya, hanya saja mereka setengah-setengah, takut melanggar HAM," pungkasnya.

(rdk)

Berita Terkait

Baca Juga