Trump Inginkan Pembahasan 'Persaingan Senjata' dengan Rusia dan China

Trump Inginkan Pembahasan Persaingan Senjata dengan Rusia dan China Donald Trump

Covesia.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada hari Senin (3/12/2018) waktu setempat meramalkan bahwa dia dan rekan-rekannya dari Rusia dan China akan membicarakan tentang berakhirnya apa yang dia gambarkan sebagai persaingan senjata.

"Saya yakin bahwa, pada suatu saat di masa depan, Presiden Xi dan Saya, bersama dengan Presiden Putin dari Rusia, akan mulai berbicara tentang penghentian yang berarti terhadap apa yang telah menjadi persaingan senjata yang besar dan tak terkendali," kata Trump lewat akun Twitternya. "AS menghabiskan 716 miliar dolar tahun ini. Gila!" cuit dia.

Komentar Trump itu dilontarkannya setelah pertemuan para pemimpin dari 20 negara ekonomi terbesar dunia di Argentina di mana mereka berbicara mengenai isu-isu global.

Saat makan malam formal di G20, Trump bertemu dengan Presiden China Xi Jinping tetapi hanya memiliki interaksi singkat dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di sela-sela rapat, setelah membatalkan pertemuan bilateral di tengah ketegangan Rusia dan Ukraina.

Trump tidak menyebut dengan jelas langkah-langkah apa yang harus diambil untuk menghentikan pembelanjaan di sektor pertahanan.

Hanya saja, dia mengumumkan pada Oktober, dia bermaksud untuk menarik AS dari perjanjian rudal balistik 1987 yang melarang rudal balistik jarak-menengah dan menduga adanya pelanggaran pakta yang dilakukan oleh Rusia.

Perjanjian ini dimaksudkan untuk mencegah kemungkinan terjadinya perang nuklir, khususnya di Eropa, dengan menghilangkan rudal balistik berbasis darat dengan jangkauan sekitar 300 hingga 3.400 mil (500-5.500 kilometer).

Rusia bereaksi marah terhadap keputusan Trump itu dan bersumpah untuk membalas dengan cara yang baik jika AS menempatkan rudal baru di Eropa.

Trump mengancam membangun proyek nuklir sampai negara-negara lain, khususnya China dan Rusia, mengambil langkah lain.

"Kami memiliki lebih banyak uang daripada orang lain sejauh ini. Kami akan membangunnya sampai mereka sadar. Ketika mereka melakukannya, maka kita semua akan menjadi pintar. Dan kita semua akan berhenti. Dan omong-omong, tidak hanya berhenti, kami akan menguranginya, yang mana itu ingin Saya lakukan. Tapi sekarang, mereka belum menaati perjanjian," kata Trump.

Anadolu Agency Indonesia/lif

Berita Terkait

Baca Juga