Kronologis ''Pembantaian'' Puluhan Pekerja Proyek Jembatan oleh KKB di Papua

Kronologis Pembantaian Puluhan Pekerja Proyek Jembatan oleh KKB di Papua Ilustrasi - pixabay

Covesia.com - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menembak mati puluhan pekerja proyek jembatan di jalur Trans Papua, di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua. Jumlah korban meninggal diperkirakan antara 24 hingga 31 orang. 

Peristiwa penembakan mulai diketahui setelah polisi menerima laporan pada Senin (4/12) lalu.

Pada Senin (3/12) pukul 15.30 WIT polisi menerima laporan dari warga soal adanya penembakan 31 pekerja proyek Trans Papua di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua.

"Pada hari Senin 03 Desember 2018 sekitar Pukul 15.30 WIT, telah didapat informasi dari masyarakat bahwa telah terjadi pembunuhan terhadap para pekerja proyek Istaka Karya yang sedang membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal dalam keterangannya, Senin (3/12/2018).

Berikut fakta kronologi penembakan 31 pekerja proyek oleh KKB Papua, dikutip Covesia.com dari detikcom, Selasa (4/12):

Jumat, 30 November 2018

Berdasarkan keterangan PPK Satker PJN IV PU Binamarga wilayah Habema-Kenyam Monang Tobing, menurut Kamal, komunikasi dengan Jhoni selaku koordinator lapangan di Distrik Yigi terjadi pada Jumat, 30 November 2018 lalu.

Jhoni merupakan koordinator lapangan PT Istaka Karya untuk pembangunan jembatan Habema-Mugi, jalur Trans Papua.

"Terakhir melakukan komunikasi melalui SMS dengan Bapak Jhoni pada tanggal 30 November 2018," kata Kamal.

Pukul 04.00 WIT

Pada Jumat (30/11) mobil milik PT Istaka Karya yang hendak menuju kamp PT Istaka Karya di lokasi kejadian di Distrik Yigi tidak dapat dapat masuk. Kamal mengungkapkan, menurut informasi di pos Satgaspamrahwan 755/Yalet di Napuamena, mobil yang membawa 5 orang tersebut kembali ke Wamena.

"Bahwa Tanggal 30 November 2018 pukul 04.00 WIT, tercatat 1 mobil ran strada dengan supir a.n. Bpk. MS dengan muatan BBM Solar milik PT. Istaka Karya menuju Camp Istaka Karya di Distrik Yigi dengan membawa 5 orang pegawai dan tiba kembali di Wamena pada pukul 18.30 WIT," ungkap Kamal.

Sabtu, 1 Desember 2018, Pukul 02.00 WIT

2 Mobil milik PT Istaka Karya menuju ke Camp Distrik Yigi. Mobil itu masing-masing membawa 15 orang pekerja proyek dari PT Istaka Karya.

Pukul 20.30 WIT

Project Manager PT Istaka Karya Cahyo mengaku menerima telepon dari nomor yang biasa digunakan pegawainya di lapangan atas nama Jhoni. Namun Cahyo mengaku tidak paham dengan ucapan orang yang berbicara dengan di telepon. 

"Cahyo tidak paham dengan maksud pembicaraan orang yang menelepon tersebut," ungkap Kamal.

Minggu, 2 Desember 2018, Pukul 20.00 WIT

Diketahui salah satu dari mobil yang hendak menuju Distrik Yigi pada Sabtu (1/12) sebelumnya kembali lagi ke Wamena. Sementara itu 1 mobil lainnya belum diketahui keberadaannya.

Menerima informasi adanya dugaan penembakan oleh KKB Papua, personel gabungan TNI-Polri yang dipimpin Kabag Ops Polres Jayawijaya AKP R.L. Tahapary mencoba masuk ke lokasi kejadian.

Namun saat tiba di KM 46, tim bertemu dengan salah 1 mobil dari arah Distrik Bua dan menyampaikan untuk tim segera balik karena jalan di blokir oleh KKB Papua.

Personel gabungan TNI-Polri hingga saat ini belum dapat masuk ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi 31 pekerja yang dibunuh KKB Papua. Akses jalan ke lokasi kejadian masih diblokir KKB Papua.

(rdk)

Berita Terkait

Baca Juga