November 2018, Inflasi di Sumbar Kisaran Nol Persen

November 2018 Inflasi di Sumbar Kisaran Nol Persen Kepala BPS Sumbar, Sukardi (Foto: Covesia/ Fadil)

Covesia.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar mencatat laju inflansi di Sumbar hingga November 2018 berada  pada kisaran nol persen, untuk Kota Padang terjadi inflansi sebesar 0,19 persen dan Kota Bukitinggi mengalami inflansi sebesar 0,83 persen.

Kepala BPS Sumbar, Sukardi menyebutkan, di Kota Padang inflansi tertinggi terjadi pada beberapa kelompok pengeluaran seperti bahan makanan sebesar 0,59 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar sebesar 0,15 persen dan kelompok sandang sebesar 0,07 persen.

Sementara untuk Kota Bukittinggi terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 1,21 persen. Kemudian makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,37 persen dan pada kelompok perumahan, air, gas dan bahan bakar sebesar 1,74 persen. 

"Memang terjadi kenaikan pada kelompok pengeluaran, namun secara umum inflansi di Sumbar masih berada pada kisaran nol persen," ujar Sukardi di Padang, Senin (3/12/2018). 

Sementara itu, komoditas penentu inflansi di Kota Padang diantaranya beras dengan sumbangan inflasi sebesar 0,11 persen, bawang merah sebesar 0,048 persen dan tarif pulsa ponsel sebesar 0,038 persen.

"Untuk Kota Bukitinggi, sewa rumah menjadi penyumbang inflansi tertinggi dengan sumbangan inflansi sebesar 0,30 persen, kemudian beras sebesar 0,26 persen dan  bawang merah sebesar 0,12  persen," sebutnya. 

Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga selama November di Kota Padang diantaranya angkutan udara, jengkol dan kelapa. Sementara itu untuk Kota Bukitinggi, cabai merah dan belut merupakan penyumbang deflasi tertinggi.

"Harga cabai merah memang berbeda, pada pasar moderen cabai merah mengalami kenaikan seperti di Kota Padang, namun pada pasar tradisional mengalami penurunan harga," ujarnya.

(dil)

Berita Terkait

Baca Juga