Yang Beda Dalam Peringatan Hari Disabilitas Internasional di Indonesia Tahun ini

Yang Beda Dalam Peringatan Hari Disabilitas Internasional di Indonesia Tahun ini Sejumlah penyandang tuna netra berjalan bersama ketika mengikuti jalan sehat bersama insan disabilitas di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (2/12/2018). Foto: Antara Foto/ M Risyal Hidayat

Covesia.com - Hari Penyandang Disabilitas Internasional adalah peringatan internasional yang disponsori oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak tahun 1992 dan diperingati setiap tanggal 3 Desember. 

Peringatan ini bertujuan untuk mengembangkan wawasan masyarakat akan persoalan-persoalan yang terjadi berkaitan dengan kehidupan para penyandang cacat dan memberikan dukungan untuk meningkatkan martabat, hak, dan kesejahteraan para penyandang cacat.

Dalam peringatannya tahun ini, ada serangkaian hal yang berbeda bagi penyandang disabilitas, khususnya di Indonesia. 

Asian Para Games 2018 

Ajang olahraga tingkat Asia bagi penyandang disabilitas pada tahun ini diselenggarakan di Indonesia. Sebanyak 2.888 atlet  dari 41 negara dari seluruh kawasan Asia terlibat dalam turnamen multicabang empat tahunan yang digelar pada 6 Oktober hingga 13 Oktober 2018 itu.

Ini merupakan kali pertama Indonesia menjadi tuan rumah bagi turnamen multi iven bagi penyandang disabilitas.

Tagar #DukungFasilitasDisabilitas jadi Trending Topik 

Pada Selasa (16/10/2018) warganet menyambut baik perhatian Presiden Joko Widodo terhadap fasilitas bagi difabel. masih sekaitan penyelenggaraan Asian Para Games 2018, pemerintah mempersiapkan fasilitas umum di sekitar Kompleks Gelora Bung Karno (GBK) untuk Penunjang Masyarakat Berkebutuhan Khusus.

Perhatian pemerintah terhadap masyarakat berkebutuhan khusus (disabilitas) langsung disambut nitizen dengan #DukungFasilitasDisabilitas dan menjadi trending topik.

KBBI Braille 

Badan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuat Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Braille yang diperuntukkan bagi penyandang disabilititas netra.

KBBI Braille ini diluncurkan pada pelaksanaan Kongres Bahasa Indonesia XI yang diselenggarakan pada 28 hingga 31 Oktober. 

Secara keseluruhan KBBI tersebut dibagi menjadi 138 jilid dan setiap jilid berisi 50 lembar kertas khusus cetakan Braille yang terdiri atas bagian depan kamus yang berisi petunjuk pemakaian, bagian batang tubuh berupa entri kamus dari A-Z dan bagian belakang yang berisi lampiran.

Difabel ''jadi'' Staf Khusus Presiden 

Presiden Jokowi mengaku sempat ingin mengangkat seorang penyandang disabilitas menjadi staf khususnya untuk bekerja di istana.

"Saya sebenarnya mau minta satu staf khusus disabilitas, sudah kita seleksi, sudah dapat namanya Surya, tapi baru akan kita suruh masuk, anaknya sudah diterima sekolah di Amerika," kata Jokowi dalam Deklarasi Calon Legislatif Perempuan untuk Pemenangan Jokowi-Amin di hotel JHL Solitare Serpong, Tangerang, Minggu (4/11/2018).

Meskipun belum terwujud, paling tidak ada kabar baik, bahwa pekerjaan khusus di Istana Negara masih terbuka lebar bagi para difabel.

Hak Pilih Penyandang Disabilitas Mental 

Koalisi Nasional Organisasi Disabilitas (KNOD) mengapresiasi KPU yang turut mendaftarkan penyandang gangguan jiwa sebagai pemilih pada Pemilu 2019.

Ketua Umum Pusat Pemilihan Umum Akses Penyandang Disabilitas, Ariani Soekanwo, yang juga anggota KNOD, mengatakan kendati demikian, perlu ada sejumlah dukungan tambahan yang harus disediakan penyelenggara pemilu bagi penyandang gangguan jiwa guna menjamin hak politik mereka, di antaranya sosialisasi dan edukasi mengenai hak politik, pengetahuan mengenai kepemiluan, serta dukungan psikologis dan sosial.

"Secara medis, kapasitas seseorang untuk memilih dalam pemilu tidak ditentukan oleh diagnosis atau gejala yang dialami penderita, melainkan dari kemampuan berpikir. Artinya, penyandang disabilitas mental seperti penderita skizofrenia, bipolar atau depresi berat tidak otomatis kehilangan kapasitas menentukan pilihan," tutur Ketua Perhimpunan Jiwa Sehat Indonesia, Yeni Rosa Damayanti.

Pemuda Difabel Bikin Robot

Ahmad Sobandi, pemuda disabilitas di Purwakarta mampu membuat robot dari barang bekas. 

Ibu Ahmad Sobandi, Encin Kuraesin, Minggu (25/11/2018)mengatakan, kemampuan anaknya yang berusia 28 tahun itu muncul secara otodidak. Awalnya ia rajin mengumpulkan besi dari payung sebagai bahan untuk membuat robot.

Robot ciptaan pria dari Desa Cilegong, Kecamatan Jatiluhur, Purwakarta tersebut berbentuk laba-laba. Untuk sumber energi robot tersebut, Ahmad menggunakan baterai bekas telepon genggam.

Baterai tersebut bisa diisi ulang menggunakan charger baterai yang sama. Sejauh ini, ia berhasil membuat lima buah robot.

Layanan Paspor bagi Penyandang Disabilitas

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat membuka pelayanan pembuatan paspor bagi penyandang disabilitas di YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat) Jakarta dalam rangka menyambut hari disabilitas internasional.

"Dalam rangka hari disabilitas internasional, kami membuka pelayanan pembuatan paspor untuk teman-teman berkebutuhan khusus," ujar Kepala Bidang Lalu Lintas dan Status Imigrasi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Jakarta Barat, Felusia Sengky Ratna di Jakarta, Jumat (30/11/2018).

Sengky mengungkapkan, layanan tersebut sebagai bentuk terobosan untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat, khususnya untuk mempermudah penyandang disabilitas untuk mengurus pembuatan paspor.

Kartu Penyandang Disabilitas

Kementerian Sosial menerbitkan Kartu Penyandang Disabilitas yang kedepan diintegrasikan untuk memudahkan penyandang disabilitas mengakses layanan publik.

"Kartu ini secara simbolis akan diserahkan oleh Presiden Joko Widodo pada peringatan Hari Disabilitas Internasional pada 3 Desember," kata Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Jumat (30/11/2018).

Untuk tahap awal kartu tersebut akan dibagikan kepada 7.000 penyandang disabilitas terutama yang ada di Pulau Jawa karena berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) lebih lengkap.

Bursa Kerja untuk Difabel

Pemerintah Kabupaten Jember memperingati Hari Disabilitas Internasional dengan menggelar bursa kerja untuk warga difabel dan perempuan di Alun-Alun Kabupaten Jember, Sabtu (1/12/2018).

"Job fair itu baru pertama kali digelar dan mungkin pertama kali di Indonesia. Bursa kerja itu menyediakan lowongan kerja khusus bagi kaum difabel dan perempuan, menyediakan lebih dari 500 peluang kerja di berbagai perusahaan di Jember dan sekitarnya," kata Bupati Jember Faida.

Ia menambahkan bahwa dari 500 peluang kerja yang tersedia ada 72 lowongan khusus untuk difabel di Kabupaten Jember.

Pemilu Tanpa Diskriminasi bagi Difabel

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Riau mengajak seluruh komponen masyarakat memerangi sikap diskriminatif terhadap disabilitas, terutama saat penyelenggaraan Pemilu 2019.

"Bawaslu bertugas menjamin kualitas pemilu sesuai dengan peraturan perundangan. Silakan menyampaikan laporan ke Bawaslu bila mengalami diskriminasi," kata Amirudin Sijaya dari Divisi Hukum Bawaslu Riau, di Pekanbaru, Senin (3/12/2018).

Hal tersebut disampaikan Amirudin menanggapi sikap diskriminatif yang diakui masih dialami oleh penyandang disabilitas.

Leni dari Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Riau dan beberapa rekannya mengaku diperlakukan diskriminatif, terutama saat akan memberikan hak suara di tempat pemungutan suara (TPS).

Padahal mereka telah dinyatakan KPU memiliki kemampuan dalam proses pemungutan suara. "KPU menerima kami namun pihak TPS menolaknya," katanya.

(rdk)

Berita Terkait

Baca Juga