Orangtua Bayi Pengidap HIV di Sangihe Sempat Berhutang di Rumah Sakit

Orangtua Bayi Pengidap HIV di Sangihe Sempat Berhutang di Rumah Sakit Bayi berusia 8 bulan (MB) yang mengidap HIV masih terbaring di RSUP Kandou Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

Covesia.com- Bayi berusia 8 bulan (MB) yang mengidap HIV masih terbaring di RSUP Kandou Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

Bayi berjenis kelamin laki- laki yang merupakan warga Desa Tamako, Sangihe Sulut ini terpapar HIV dari kedua orangtuanya yang juga sebagai ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS).

Ini adalah kedua kalinya, MB dirawat di rumah sakit tersebut. Di mana bulan Mei 2018 lalu, MB sempat dirawat di rumah sakit tersebut akibat infeksi paru- paru.

Kondisi orangtua MB yang kurang mampu, mengakibatkan mereka sempat berhutang biaya di rumah sakit tersebut. MB terlahir dari keluarga yang tidak mampu. Sang ibu, (AD) hanya seorang ibu rumahtangga. Sedangkan ayahnya hanya seorang nelayan.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sulut, Jull Takaliuang mengatakan, sekitar bulan Mei 2018, MB sempat dirawat akibat infeksi paru-paru dengan biaya total sekitar Rp 6 juta.

“Mei 2018, bayi tersebut harus dirawat di RSUP Kandou dirujuk dari RS Siau. Diagnosa infeksi paru- paru. Mereka belum sempat mengurus BPJS. Sekitar 2 minggu lebih dirawat harus membayar Rp 6 jutaan,” kata Jull saat dihubungi Covesia.com, Minggu (2/12/2018).

Saat itu, kata Jull, orangtua MB memaksakan diri untuk keluar dari rumah sakit tersebut. Mereka pun sempat membuat pernyataan akan mencicil biaya rumah sakit tersebut. “Mereka memaksakan diri keluar dari RS. Tapi membuat pernyataan akan mencicil biaya tersebut. Sampai kemarin masih ada sisa hutang Rp 2 jutaan. Tapi sudah mendapatkan kebijakan dari direktur RSUP Kandou untuk dibebaskan,” papar dia.

Akibat kondisi kesehatannya menurun, MB pun harus kembali mendapatkan perawatan di rumah sakit tersebut, Sabtu (1/12).  “Karena sekarang bayi tersebut sudah punya BPJS, berobatnya sudah gratis. Secara umum sudah ditangani dengan baik oleh RSUP Kandou,” ujar dia.

Ia mengatakan, bahwa MB terlahir dari keluarga yang tidak mampu. Sang ibu, (AD) hanya seorang ibu rumahtangga. Sedangkan ayahnya hanya seorang nelayan. “Ibunya IRT, bapaknya nelayan. Mereka keluarga miskin,” kata Jull.

(jon)

 

Berita Terkait

Baca Juga