Bayi Pengidap HIV di RS Kandou Berasal dari Keluarga Tak Mampu

Bayi Pengidap HIV di RS Kandou Berasal dari Keluarga Tak Mampu Saat Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait dan Ketua LPA Sulut, Jull Takaliuang mengunjungi kediaman bayi pengidap HIV (MB) di Sangihe, Sulut. (Istimewa)

Covesia.com- Bayi berusia 8 bulan (MB) yang mengidap HIV masih terbaring di RSUP Kandou Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

Bayi berjenis kelamin laki- laki yang merupakan warga Desa Tamako, Sangihe Sulut ini terpapar HIV dari kedua orangtuanya yang juga sebagai ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS).

Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sulut, Jull Takaliuang mengatakan, bahwa MB terlahir dari keluarga yang tidak mampu. Sang ibu, (AD) hanya seorang ibu rumahtangga. Sedangkan ayahnya hanya seorang nelayan.

“Ibunya IRT, bapaknya nelayan. Mereka keluarga miskin,” kata Jull saat dihubungi Covesia.com, Minggu (2/12/2018).

Menurut Jull, sang ayah pun harus mencari ikan hingga ke luar pulau (Sangihe) hanya untuk membayar cicilan utang di rumah sakit. Di mana MB sebelumnya juga pernah dirawat di rumah sakit tersebut.

“Bapaknya mencari ikan di luar pulau. Ternyata untuk mencicil hutang di RSUP Kandou yang belum terbayar sejak Mei 2018,” jelas Jull.

Melihat kondisi ini, Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait mengaku sudah merekomendasikan ke pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe agar MB dan keluarganya mendapatkan perhatian dan bantuan perawatan kesehatan.

"Namun karena keterbatasan anggaran pemerintah dan faktor kemiskinan dari keluarga, kondisi  MB terus dari hari ke hari terus menurun disamping kekurangan gizi," jelas dia.

Arist pun meminta agar warga masyarakat, alim ulama, tokoh gereja, pengusaha dan mahasiswa untuk berkenan memberikan dukungan dan bantuan kepada MB.

Menurutnya, bantuan berupa susu, pempers, minyak kayu putih/minyak telon,  biskuit dan baju anak bisa langsung diserahkan ke pihak keluarga yang saat ini berada di RS Kandou.

(jon)

Berita Terkait

Baca Juga