Komnas PA Minta Anak Pengidap HIV/AIDS Diberi Perlindungan

Komnas PA Minta Anak Pengidap HIVAIDS Diberi Perlindungan Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sulawesi Utara, Jull Takaliuang saat mengunjungi anak dan keluarga korban terpapar Virus HIV/AIDS di Sangihe. (foto: dok.komnas pa)

Covesia.com - Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) meminta agar semua pihak bisa memberikan perlindungan kepada anak- anak yang terinfeksi virus HIV/AIDS.

Menurut Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, sudah banyak anak-anak menjadi korban terpapar atau terinfeksi  HIV/AIDS yang bersumber dari orangtuanya sendiri. 

"Sudah banyak pula anak-anak dan keluarganya terusir dari desanya, diberhentikan dari sekolah bahkan sudah begitu banyak anak-anak usia balita terpaksa meregang nyawa akibat terinfeksi HIV/AIDS tanpa perlindungan," kata Arist dalam keterangan tertulis yang diterima Covesia.com, Sabtu (1/12/2018).

Oleh sebab itu, tegas Arist, sudah sepatutnya atas nama kemanusiaan dan masa depan terbaik anak, masyarakat, pemerintah dan negara wajib hadir untuk memberikan perlindungan dan menyelamatkan anak-anak dari bahaya HIV/AIDS.

Menurut Arist, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Papua Barat melaporkan bahwa tahun 2013, 2-3 orang dari 100 warga tanah Papua positif terjangkit HIV/AIDS. 

"Sementara di Jawa Tengah dilaporkan,  17.000 usia pelajar terindikasi HIV/AIDS dari hubungan sejenis. Demikian juga di Lampung, Makasar, Jawa Barat,  Medan dan Jawa Timur dan daerah-daerah lainnya tidak terlepas dari ancaman bahaya HIV/AIDS," jelas dia.

Selain itu, kata dia, ada juga seorang  bayi di Sangihe Sulawesi Utara yang terpapar HIV. Menurut Arist, pihaknya telah mengunjungi satu keluarga dan anaknya yang terpapar HIV di Sangihe tersebut. 

"Saya sudah mengunjungi korban dan keluarganya di Sangihe dan sudah menyampaikan rekomendasi untuk dilaksanakan pemerintah dan meminta mitra kerja Komnas PA yakni LPA Sulut dan LPA di Sangihe untuk terus memberikan bantuan dan monitoring kesehatan korban termasuk membawa ke Rumah Sakit," ujar Arist.

Ia meminta agar masyarakat tidak mengucilkan, membenci dan memberi stigma negatif terhadap pengidap HIV/AIDS. 

"Pemerintah wajib menjamin perlindungan kesehatan bagi korban khususnya bagi anak-anak yang terinfeksi atau terpapar HIV dan AIDS," tegasnya.

(jon)


Berita Terkait

Baca Juga