Pencegahan HIV/AIDS Harus Jadi Program Unggulan Pemerintah

Pencegahan HIVAIDS Harus Jadi Program Unggulan Pemerintah Ilustrasi - Pixabay

Covesia.com - Ketua Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) Arist Merdeka Sirait meminta agar pencegahan dan deteksi dini HIV/AIDS harus menjadi program unggulan pemerintah dan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA).

Arist berharap, program pencegahan dan deteksi dini terhadap kelompok potensial terpapar atau terinfeksi HIV/AIDS dari orangtuanya dan hubungan seksual remaja sejenis harus menjadi program unggulan pemerintah dan KPA.

Menurutnya, respons positif bisa dilakukan melalui pendekatan terhadap korban khususnya anak-anak yang terinfeksi HIV/AIDS dari orangtuanya.

Ini juga bisa dilakukan dengan melibatkan pemangku dan pegiat perlindungan anak. Di mana mereka bisa lebih aktif memberikan informasi akurat kepada masyarakat di desa mengenai penanggulangan dan penularan HIV/ AIDS.

Penyuluhan ini tentunya, jelas Arist harus dilakukan dengan menggunakan bahasa yang muda dicerna oleh warga masyarakat di desa. "Dengan demikian anggota masyarakat paham dan mendapat informasi yang benar sehingga tidak dalam ketakutan ketika menghadapi anak-anak yang terinfeksi HID/AIDS dan tidak  main hakim sendiri. Disinilah betapa pentingnya kehadiran pemerintah," tegas Arist dalam keterangan tertulisnya kepada Covesia.com, Sabtu (1/12/2018).

Dalam hal ini, kata Arist, pemerintah di seluruh Indonesia juga wajib menyediakan anggaran kesehatan yang cukup untuk menjamin dan menyelamatkan anak-anak dari bahaya atau korban HIV dan AIDS.

Ia juga meminta agar masyarakat tidak mengucilkan, membenci dan memberi stigma negatif terhadap pengidap HIV/AIDS. Apalagi sampai mengusir korban dan keluarganya dari tempat tinggalnya. 

"Pemerintah wajib menjamin perlindungan kesehatan bagi korban khususnya bagi anak-anak yang terinfeksi atau terpapar HIV dan AIDS," tegasnya.

Ia mengatakan bahwa banyak anak-anak di Indonesia yang terinfeksi HIV/AIDS yang bersumber dari orangtuanya sendiri. Selain itu, ada juga anak dan keluarganya yang sempat diancam diusir dari desanya dan diberhentikan dari sekolah karena terinfeksi HIV/AIDS. Bahkan, ada juga anak- anak usia balita terpaksa meregang nyawa akibat terinfeksi HIV/AIDS.

Oleh sebab itu, tegas Arist, sudah sepatutnya atas nama kemanusiaan dan masa depan terbaik anak, masyarakat, pemerintah dan negara wajib hadir untuk menyelamatkan anak-anak dari bahaya HIV/AIDS.

(jon)






Berita Terkait

Baca Juga