Jejak Tersangka Haris Simamora Hingga Tertangkap di Garut

Jejak Tersangka Haris Simamora Hingga Tertangkap di Garut Tersangka pembunuhan sekelurga di Bekasi, Haris Simamora. (Jhon Rico/ Covesia.com)

Covesia.com - Tersangka pelaku pembunuhan sekeluarga di Bekasi Haris Simamora (HS) tertangkap Polisi di sebuah saung di Garut, Jawa Barat.

Pelaku menghabisi dua korban terlebih dahulu Diperum Nainggolan (38) dan Maya Boru Ambarita (37) dengan menggunakan linggis yang didapat pelaku dari rumah korban.

Aksinya ini ternyata membuat kedua anak korban yakni Sarah Boru Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7) terbangun dari tidur. Keduanya pun ikut menjadi korban keganasan pelaku.

"Setelah kejadian, pelaku muter- muter dengan mobil X-Trail itu. Muter- muter, keliling- keliling. Setelah keliling- keliling mobilnya itu ditaruh di kos- kosan dia. Baru itu dia jalan ke Garut," kata Wakapolda Metro Jaya, Brigjen Wahyu Hadiningrat di Mapolda Metro Jaya Jakarta, Jumat (16/11/2018).

Pelaku mengambil mobil dan uang milik korban dan lari menuju kosannya di Kampung Pasir Limus RT 06/ RW 03, Kecamatan Cikarang Kabupaten Bekasi.

Ditengah perjalanan, pelaku mampir ke jembatan Sungai Kalimalang yang ada di jalan Raya Tegal Dinas Kecamatan Cikarang Pusat Kabupaten Bekasi untuk membuang barang bukti yang digunakan untuk melakukan pembunuhan (linggis) ke dalam sungai Kalimalang.

Setelah tiba di kamar kosnya sekitar pukul 06:WIB, pelaku langsung mandi dan berganti pakaiaan. HS langsung pergi ke klinik Pasir Limus untuk mengobati luka sobek yang ada pada jari tangganya akibat terkena linggis saat memukul korban.

Pelaku selanjutnya kembali ke kamar kos dan mengambil mobil untuk dipindahkan ke kamar kos teman pelaku yang berada di Jurong Cikarang.

Setelah itu, pelaku pergi ke terminal menggunakan ojek motor. Dari terminal, tersangka naik bus Primajasa jurusan Bekasi- Garut untuk pergi ke Gunung Guntur. Karena pelaku tidak juga mendapatkan bus, pelaku kembali ke kamar kosnya untuk mengambil motor.

Pelaku kembali berangkat ke terminal dengan sepeda motornya. Disitu ia mendapatkan bus jurusan Cikarang- Garut. Ia pun berangkat menuju ke Gunung Guntur Garut.

Sesampainya di terminal Kabupaten Garut, pelaku melanjutkan perjalanan dengan menggunakan ojek menuju pos pendakian Gunung Guntur. Pelaku sempat beristirahat sambil memantau informasi tentang peristiwa pembunuhan yang dilakukannya melalui media sosial Facebook.

Rabu (14/11) sekitar pukul 22:00 WIB, petugas tim gabungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya mendapatkan informasi bahwa pelaku berada di Kabupaten Garut. Petugas pun langsung menemukan pelaku di sebuah saung dan langsung dibawa ke Polda Metro Jaya.

Saat petugas melakukan pemeriksaan, pelaku mengaku datang ke rumah korban, Senin (12/11) sekitar pukul 21:00 WIB. Kedatangan pelaku adalah untuk bertemu dengan korban Maya Ambarita untuk membeli pakaian Natal di Pasar Tanah Abang Jakarta Pusat.

Dimalam itu, terjadi cekcok antara korban dan pelaku yang mengakibatkan pelaku sakit hati kepada korban. Sekitar pukul 23:00 WIB, korban dan anak korban mulai istirahat. Sedangkan pelaku bermain handphone di dapur.

Ketika di dapur, pelaku melihat linggis dan timbul niat pelaku untuk menghabisi nyawa korban karena pelaku sakit hati.

Pelaku membawa linggis dari dapur dan memukul korban pertama (Diaperum Nainggolan) ke arah kepala kemudian menusuk leher korban dengan menggunakan linggis.

Selanjutnya pelaku memukul korban kedua (Maya Ambarita) dengan menggunakan linggis ke arah bagian kepala kemudian menusuk leher korban dengan linggis tersebut.

Setelah kedua korban tergeletak di ruang tengah, kedua anak korban keluar dari kamar melihat kedua orangtuanya. Anak tersebut pun bertanya kepada pelaku apa yang terjadi. Pelaku mengatakan bahwa orangtuanya sedang sakit dan menyuruh anak tersebut untuk kembali tidur.

Pelaku sempat menemani kedua anak tersebut sampai keduanya benar- benar tertidur. Namun tersangka takut bahwa perbuatannya terhadap kedua orangtuanya diketahui sang anak. Muncul niat pelaku untuk menghilangkan nyawa kedua anak tersebut.

Pelaku pun mencekik korban ketiga (Sarah Boru Nainggolan) dibagian leher sampai benar- benar tidak bernafas. Lalu dia pun melakukan hal sama dengan mencekik korban keempat (Arya Nainggolan) dibagian leher juga sampai tidak bernafas.

Menurut Wakapolda, pelaku masuk ke rumah korban tanpa mencongkel pintu dan sebagainya. Ini dilakukan karena pelaku biasa bertamu ke rumah korban. "Dia masuk tidak mendongkel pintu atau sebagainya," papar dia.

Melihat korban sedang tertidur, ia melakukan aksi pembunuhan itu. "Karena dia (pelaku) memang sudah rencanakan beberapa hari sebelumnya untuk melakukan (pembunuhan) itu," jelas Wakapolda.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal berlapis atas kasus pembunuhan berencana dan pencurian dengan kekerasan yang berkaitan dengan kematian. 

"Pasal yang dikenakan 365 ayat 3, 340 dan 338 KUHP dengan ancaman hukuman mati," tegas Wakapolda.

(jon)

Baca juga: Polisi: Haris Simamora Pelaku Tunggal Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi

Berita Terkait

Baca Juga