Adrinof A Chaniago: Ekonomi Islami Mengajarkan Kewirausahaan Sosial

Adrinof A Chaniago Ekonomi Islami Mengajarkan Kewirausahaan Sosial Andrinof A Chaniago/ Foto: katadata.co.id

Covesia.com -  Untuk tumbuhnya kesejahteraan secara relatif merata dan berkelanjutan di Indonesia, perlu didorong munculnya wirausahawan sosial. Bila populasi wirausahawan semakin besar, basis dan pilar ekonomi akan menjadi kuat karena ekonomi bersifat inklusif dan ketimpangan sosial ekonomi menjadi rendah.

Demikian disampaikan Komisaris Utama Bank BRI, Andrinof A Chaniago, pada kegiatan Kuliah Umum dan Sosialisasi MEA 2018 di ruang senat Universitas Negeri Padang (UNP), Jumat (16/11/2018). Dalam kegiatan tersebut, Andrinof menyampaikan kuliah umum dengan topik "Mengapa Harus Bersiap dengan Kewirausahaan Sosial?"

Pengertian kewirausahaan sosial, menurut Andrinof, adalah berwirausaha sambil memecahkan masalah sosial (seperti pengangguran, kemiskinan, ketimpangan dan kualitas lingkungan yang buruk), memfasilitasi kegiatan budaya, dan menjaga kelestarian lingkungan.

Selain itu, kewirausahaan sosial dapat diartikan menggunakan kecakapan wirausaha untuk memecahkan masalah-masalah sosial, mendukung kegiatan budaya dan melestarikan lingkungan.

Dalam ajaran Islam, menurut Andrinof, banyak konsep ekonomi yang mengajarkan serta mendorong umat untuk berwirausaha. Konsep kewirausahaan sosial, lanjutnya, semestinya bisa berkembang dengan baik di Indonesia mengingat Indonesia adalah negara dengan penduduk mayoritas beragama Islam.

Konsep ekonomi Islami dan kewirausahaan sosial, lanjut Andrinof, antara lain termaktub dalam Al-Quran dan Sunah Nabi Muhammad SAW, diantaranya:

 “Dan katakahlah: “Bekerjalah kamu, maka Allah dan RasulNya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui hal yang ghaib dan yang nyata…” (QS 9/At Taubah: 105).

“Apabila telah  ditunaikan sholat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah, dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung  (QS  Al Jumu’ah: 10)

“…tolong-menolonglah kamu dalam mengerjakan kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran…” (QS Al Maidah: 2)

“Orang yang paling dicintai Allah adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain” (HR Thabrani)

“Sesungguhnya Allah mencintai orang mukmin yang berkarya/bekerja keras (HR Baihaqy)

“Dari Jabir ibn ‘Abd Allah, katanya: Rasulillah SAW bersabda, “Barang siapa yang mempunyai sebidang tanah, maka hendaklah ia menanaminya, dan jika tidak mampu menanaminya maka hendaklah ditanami orang lain” (HR Muslim).

"Semua orang bisa menjadi social entrepreneur seperti pengusaha, pegiat masyarakat sipil, profesional, tokoh agama, mahasiswa, dan sebagainya. Caranya, bisa kaya dulu, lalu menjadi social entrepreneur atau Langsung menggerakan masyarakat, atau suatu kelompok sosial untuk bersama-sama membuka usaha atau meningkatkan produktifitas," kata Andrinof.

(sea)

Berita Terkait

Baca Juga