Nilai Hidup Seorang Wirausaha: Berani berinisiatif untuk memulai!

Nilai Hidup Seorang Wirausaha Berani berinisiatif untuk memulai Komisaris Utama Bank BRI Andrinof A Chaniago saat memberikan kuliah umum tentang kewirausahaan sosial di Universitas Negeri Padang, Jumat (16/11/2018)/ Foto: Istimewa

Covesia.com - Sikap berani berinisiatif untuk memulai serta berani mengambil risiko ketika melihat peluang dan tantangan merupakan sikap yang harus dimiliki oleh seorang calon wirausaha.

Hal itu disampaikan Komisaris Utama Bank BRI, Andrinof A Chaniago, pada kegiatan Kuliah Umum dan Sosialisasi MEA 2018 di ruang senat Universitas Negeri Padang (UNP), Jumat (16/11/2018). Dalam kegiatan tersebut, Andrinof menyampaikan kuliah umum dengan topik "Mengapa Harus Bersiap dengan Kewirausahaan Sosial?"

Dalam kesempatan itu, Andrinof menyampaikan bahwa Indonesia adalah negara yang kaya, sehingga perlu didorong munculnya para wirausahawan sosial sehingga dapat memperkuat pilar dan basis ekonomi nasional.

"Untuk tumbuhnya kesejahteraan secara relatif merata dan berkelanjutan di Indonesia, perlu didorong munculnya wirausahawan sosial. Bila populasi wirausahawan semakin besar, basis dan pilar ekonomi akan menjadi kuat karena ekonomi bersifat inklusif dan ketimpangan sosial ekonomi menjadi rendah," kata Andrinof.

Berikut 10 poin penting terkait nilai-nilai hidup yang semestinya dimiliki oleh wirausaha menurut Mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Bappenas RI, 2014 – 2015 itu.

1. Berpikir logis, simpel dan terukur

2. Berani berinisiatif untuk memulai

3. Berani mengambil risiko ketika melihat peluang dan tantangan

4. Aktif mencari peluang baru

5. Berorientasi pada kepuasan pelanggan

6. Selalu berinovasi (kreatif) untuk meningkatkan nilai produk dan jasa

7. Gigih, pantang menyerah dan tidak cepat putus asa

8. Percaya diri untuk menunjukkan keunggulan produk dan jasa yang dibuat

9. Aktif menjaga relasi dengan semua pihak terkait dengan bisnis yang dijalankan

10. Berpikir ke depan

Selain mengupas soal nilai hidup seorang wirausaha, Andrinof dalam kesempatan itu juga membeberkan peluang untuk berwirausaha sosial yang potensinya masih sangat besar di Indonesia.

"Kita memiliki sumber daya alam, sumber air dan sumber energi banyak yang belum termanfaatkan, tenaga sarjana dari berbagai bidang yang lulus secara masif setiap tahun, waktu luang yang dimiliki petani dan nelayan, dan angkatan kerja yang belum bekerja atau setengah menganggur," kata Andrinof.

Selain itu, lanjut Andrinof, banyak pelaku usaha rumah tangga yang merasa cukup berbisnis dengan cara sangat sederhana, bahkan “primitif” serta banyak pekerjaan industri dan jasa yang bisa dioutsourcingkan ke kelompok-kelompok masyarakat  juga merupakan potensi untuk berwirausaha sosial.

Pengertian kewirausahaan sosial, menurut Andrinof, adalah berwirausaha sambil memecahkan masalah sosial (seperti pengangguran, kemiskinan, ketimpangan dan kualitas lingkungan yang buruk), memfasilitasi kegiatan budaya, dan menjaga kelestarian lingkungan.

Selain itu, kewirausahaan sosial dapat diartikan menggunakan kecakapan wirausaha untuk memecahkan masalah-masalah sosial, mendukung kegiatan budaya dan melestarikan lingkungan.

(donq)


Berita Terkait

Baca Juga