Uber Alami Kerugian Sebesar Rp16,1 Triliun di Kuartal Terakhir 2018

Uber Alami Kerugian Sebesar Rp161 Triliun di Kuartal Terakhir 2018 uber.com

Covesia.com - Perusahaan pemesanan tumpangan Uber pada Rabu (14/11) mengatakan bahwa kerugian bersihnya melampaui satu miliar dolar di kuartal terakhir, saat mereka mengalirkan uang untuk sepeda, skuter, kargo dan pengiriman makanan.

Walaupun masih perusahaan privat, Uber mulai menunjukkan angka pendapatan kuartal saat mereka bersiap untuk debut di pasar saham tahun depan.

Angka yang dirilis Uber menunjukkan perusahaan yang berbasis di San Francisco tersebut rugi 1,1 miliar dolar AS (sekitar Rp16,1 triliun) dengan pendapatan yang naik menjadi tiga miliar dolar AS (sekitar Rp43,9 triliun), sementara keseluruhan pembukuan meningkat hingga 12,7 miliar dolar AS (sekitar Rp186,1 triliun).

“Kami kembali mencatat performa kuartal kuat untuk bisnis seukuran kami dan cakupan global,” kata direktur keuangan Uber Nelson Chai dalam sebuah pernyataan yang disampaikan bersama dengan laporan pendapatan.

“Saat kami menantikan IPO dan lainnya, kami berdedikasi untuk pertumbuhan di masa mendatang di platform kami, termasuk dalam makanan, kargo, sepeda listrik dan skuter, dan pasar berpotensi tinggi di India dan Timur Tengah.”

Di kuartal sebelumnya, Uber melaporkan rugi bersih 891 juta dolar AS (sekitar Rp13,02 triliun) dengan pendapatan 2,8 miliar dolar AS (sekitar Rp40,9 triliun), dengan keseluruhan pembukuan sebesar 12 miliar dolar AS (sekitar Rp175,3 triliun). (ant/adi)

Berita Terkait

Baca Juga