DPW PSI Sumbar Tegaskan PSI Bukan Anti Agama

DPW PSI Sumbar Tegaskan PSI Bukan Anti Agama Ketua Umum Partai Solidarutas Indonesia (PSI) Grace Natalie. Foto: Antara

Covesia.com - Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PSI Sumbar Ari Prima menilai bahwa banyak masyarakat yang keliru menanggapi pernyataan Ketua Umum Partai Solidarutas Indonesia (PSI) Grace Natalie yang menyatakan bahwa PSI menolak Perda Injil dan Perda Syariah.

Menurutnya, pernyataan Ketua Umum PSI tersebut tentu ada penyebabnya seperti kasus di Papua. Adanya Perda Injil di Papua akan berdampak terhadap umat Islam yang akan membangun tempat ibadah. Perda yang bersifat diskriminatif terhadap agama lain ini yang ditolak oleh PSI.

"Sebetulnya ini yang dimaksud oleh Ketum PSI. PSI bukan anti agama. Jika betul anti terhadap agama Islam, saya akan menentangnya, saya juga tamatan IAIN tidak mungkin seperti itu," ungkapnya saat dikonfirmasi, Kamis (15/11/2018).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa, Perda yang bersifat diskriminatif tersebut juga akan menimbulkan perpecahan di tengah-tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Selain itu, Indonesia dibangun bukan berdasarkan satu agama saja. Melainkan ada agama Islam, Kristen, Hindu, Budha, dan lainnya yang memiliki keyakinan yang berbeda.

"Kebetulan saat ini Indonesia dalam situasi politik, banyak orang yang mempelintir pernyataan Ketum tersebut. Sehingga ada yang beranggapan bahwa PSI partai anti agama," sebutnya. 

Terkait adanya Perda Syariah di Sumbar seperti Perda Jilbab, selaku umat Islam tentang berjilbab semestinya tidak diatur lagi dalam Perda, sebab sudah menjadi kewajiban dari umat Islam. Selain itu, di Sumbar juga tidak ada Perda yang bersifat diskriminatif terhadap agama lain.

"Kewajiban berjilbab kan hanya untuk untuk umat Islam, jika ada pengharusan untuk umat Kristen baru menjadi persoalan," sebutnya.

Lebih lanjut, ia juga kecewa dengan adanya pernyataan-pernyataan di media sosial yang menyudutkan PSI di Sumbar.

"Semestinya harus tabayun terlebih dahulu, jangan malah menyudutkan PSI sebagai partai anti agama," sebutnya.

(dil/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga