Bernilai Ekonomis, Masyarakat di Desa Batang Kabung Pariaman Budidayakan Jamur Tiram

Bernilai Ekonomis Masyarakat di Desa Batang Kabung Pariaman Budidayakan Jamur Tiram Tampak 2 ribu baglog bibit yang dikembangkan melalui kelompok usaha jamur yang dikelola olah karang taruna Gema Bakhti, di Desa Batang Kabung Pariaman

Covesia.com - Desa Batang Kabung, Kota Pariaman, Sumatera Barat kembangkan bibit jamur tiram melalui dana desa tahun 2018.

"Sebanyak 2 ribu baglog bibit yang dikembangkan melalui kelompok usaha jamur yang dikelola oleh karang taruna Gema Bakhti," kata Kepala Desa Batang Kabung, Kamili, Sabtu (10/11/2018).

Ia mengatakan, pengembangan jamur tiram dilakukan karena banyaknya permintaan oleh masyarakat bahkan ada yang menampung di Malaysia.

Jika bibit tersebut panen 2 minggu lagi, maka selanjutnya bisa panen 10 Kg per harinya. Saat ini jamur dalam proses pemasakan dengan menunggu waktu 2 minggu.

Selanjutnya, kata dia, bibit jamur tiram diperoleh di Padang Sago, Padang Pariaman dibeli sebanyak 2 ribu bibit untuk dikembangkan.

"Jamur tiram bisa dijual dengan harga perkilonya Rp30 ribu sampai Rp35 ribu," ujarnya.

Pengembangan jamur tiram ini diprogramkan dengan anggaran Rp34 juta termasuk tempat pengembangan dan pelatihannya.

Sementara itu, Ketua Karang Taruna Gema Bakhti Tito menyampaikan saat ini masih dalam proses pengembangan oleh kelompok.

"Jika sudah dikembangkan nantinya kita akan melibatkan masyarakat setempat untuk bekerja," jelasnya.

Ia mengatakan jamur tiram kalau memang betul serius dikerjakan maka hasilnya bisa menjanjikan ekonomi.

"Apalagi di Kota Pariaman juga banyak peminat untuk digunakan sebagai bahan membuat sup, jamur crispy, palai dan risol," jelasnya.

Setidaknya dengan program ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat nantinya. Karena panen jamur tiram tersebut bisa setiap hari.

(ozi/don)

Berita Terkait

Baca Juga