BMKG: Waspadai Bencana Hidrometeorologi Sepekan ke Depan di Sejumlah Wilayah

BMKG Waspadai Bencana Hidrometeorologi Sepekan ke Depan di Sejumlah Wilayah Ilustrasi: bmkg.go.id

Covesia.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memonitoring dan menganalisis kondisi cuaca dalam sepekan terakhir menunjukkan adanya peningkatan kejadian cuaca signifikan dimana hujan lebat - sangat lebat terjadi di sebagian wilayah Indonesia yang berdampak genangan, banjir, longsor dan banjir bandang. 

Dalam keterangannya persnya, Sabtu (10/11/2018), Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Mulyono R. Prabowo menuturkan bahwa dalam satu pekan ke depan berdasarkan pantauan dan analisis menunjukkan curah hujan dengan intensitas lebat masih berpeluang terjadi yang dapat berpotensi mengalibatkan bencana Hidrometeorologi antara lain: genangan, banjir, longsor, banjir bandang dan puting beliung. 

“Kondisi cuaca seperti ini dipicu oleh adanya aktifitas aliran massa udara basah (fenomena Madden Jullian Oscillation (MJO) dari Samudera Hindia sebelah Barat Sumatera yang menuju ke wilayah Indonesia terutama Indonesia bagian Barat dan Tengah yang menyebabkan kondisi atmosfer wilayah tersebut sangat basah,” ungkapnya.

Prabowo menjelaskan bahwa pada skala lokal proses konveksi atau pemanasan dan penguapan lokal juga turut mendukung adanya pembentukan dan pertumbuhan awan-awan hujan. Adanya pola sirkulasi angin tertutup (siklonik) yang berada di Samudera Hindia perairan Barat Sumatera dan Laut Cina Selatan bagian Barat perairan Kep. Natuna mempengaruhi pola pergerakan angin sehingga terbentuk pola belokan, pertemuan dan perlambatan angin di beberapa wilayah tersebut. Kondisi tersebut mengakibatkan peningkatan curah hujan yang signifikan di wilayah Indonesia bagian Barat dan Tengah.

Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sekitar wilayah Indonesia dalam periode sepekan kedepan antara lain:

  1. Aceh
  2. Sumatera Utara
  3. Sumatera Barat
  4. Sumatera Selatan
  5. Bangka Belitung
  6. Bengkulu
  7. Lampung
  8. Banten
  9. DKI Jakarta
  10. Jawa Barat
  11. Jawa Tengah
  12. D.I. Yogyakarta
  13. Jawa Timur
  14. Kalimantan Barat
  15. Kalimantan Tengah
  16. Kalimantan Selatan
  17. Kalimantan Timur 
  18. Sulawesi Tengah
  19. Sulawesi Barat
  20. Sulawesi Utara
  21. Gorontalo 
  22. Maluku Utara
  23. Papua Barat
  24. Papua

“Sedangkan potensi potensi gelombang tinggi 2.5 hingga 4.0 meter diperkirakan terjadi di Samudera Hindia Barat Aceh, Samudera Hindia Barat Kep. Nias, Samudera Hindia Barat Kep. Mentawai, Samudera Hindia Barat Bengkulu," tambah Prabowo

Lebih lanjut, Prabowo menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, puting beliung, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin.

(ril/don)


Berita Terkait

Baca Juga