Soal Orang Tua Ikat Anak di Padang, Psikolog: Tidak Ada Alasan Lakukan Kekerasan Terhadap Anak

Soal Orang Tua Ikat Anak di Padang Psikolog Tidak Ada Alasan Lakukan Kekerasan Terhadap Anak Kassandra Putranto

Covesia.com - Psikolog A. Kassandra Putranto ikut bicara soal kasus orang tua yang ikat anaknya di pohon beringin di Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Menurutnya, apapun alasannya tidak ada alasan bagi orang tua untuk bertindak di luar batas terhadap anak.

"Ada kok anak lain yang ekonomi rendah, orang tua nya bisa sayang ," tegas Kassandra kepada covesia.com, Sabtu (10/11/2018).

Pada dasarnya, imbuhnya, setiap anak memiliki profil yang berbeda-beda, ada kondisi kecerdasan intelektual sosial emosional yang khas  dan perkembangan mereka juga berbeda.

"Namun demikian, tidak ada alasan apapun yang bisa diterima untuk melakukan kekerasan terhadap anak," jelasnya.

Ditambahkannya, faktor yang menyebabkan orang tua melakukan kekerasan terhadap anak bukan karena persoalan ekonomi, tapi kurangnya pengetahuan orang tua dalam mendidik anak.

"Sayangnya dengan keterbatasan pengetahuan dan ketrampilan serta ekonomi, Orang tua tidak mampu mengatasi kondisi khusus anak, seperti kasus ini," ungkapnya.

Mengikat anak di pohon karena autis, menurutnya, sama saja dengan metode pasung yang diterapkan pada abad pertengahan. 

"Itu model penanganan kesehatan jiwa abad pertengahan, masa di abad milenium gini masih ada," cetusnya.

Sebelumnya diberitakan, Salah satu pohon beringin yang berada di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Imam Bonjol Kota Padang menjadi tempat aktivitas sehari-hari Bujang (bukan nama sebenarnya, ia diikat oleh orang tuanya yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang asongan.

Dengan kondisi pinggang terikat tali tampar sepanjang 1,5 meter, bocah berusia 15 tahun berperawakan kurus itumenghabiskan hidupnya di bawah pohon beringin tersebut. 

"Ia diikat oleh ibunya yang sehari-hari bekerja sebagai penjual asongan di Pasar Raya, biasanya sang ibu anak itu datang membawa nasi, kemudian sorenya baru dibawa pulang," ujar salah seorang pedagang dikawasan RTH Imam Bonjol Padang yang enggan disebutkan namanya.

(lif)

Berita Terkait

Baca Juga