Dinilai Abai Terhadap Keluarga Susi, Kadis Sosial: Kita Sudah Bantu

Dinilai Abai Terhadap Keluarga Susi Kadis Sosial Kita Sudah Bantu Si Bujang, bersama kakaknya sedang berada di kantor Satpol PP Padang, Jumat (9/11/2018). Foto Covesia / Primadoni

Covesia.com - Kasus Susi (48) yang mengikat anaknya di salah satu pohon beringin yang berada di Ruangan Terbuka Hijau (RTH) Imam Bonjol Kota Padang membuat prihatin banyak pihak. Anggapan bahwa pemerintah setempat abai terhadap keluarga Susi yang tergolong keluarga prasejahtera pun bermunculan. 

Dikonfirmasi Covesia, Jumat (9/11/2018) malam, Kepala Dinas Sosial Kota Padang Amasrul menyebutkan bahwa pihaknya telah berulang kali mengingatkan agar Susi tidak mengikat anaknya sewaktu bekerja sebagai pedagang asongan di Pasar Raya Padang.

"Kita telah berulang kali mengingatkan itu, namun Susi tidak mengindahkan sama sekali," ujar Amasrul saat dihubungi. 

Menurutnya, untuk keluarga Susi, Dinas Sosial Kota Padang telah memberikan bantuan dana usaha. Dengan modal itu, diharapkan dia bisa membuka usaha di dekat rumah, sehingga Susi tidak perlu lagi mengikat anaknya ketika hendak bekerja.

"Dua tahun lalu sudah diserahkan dana untuk modal usaha, dengan begitu ia bisa menjaga anaknya sambil bekerja, namun ia tetap mengikat anaknya setelah menerima uang tersebut," sebutnya.

"Kita juga minta anak itu diserahkan ke panti sosial, nanti orang tuanya bisa kapan saja mengunjunginya. Ini tetap ditolak oleh Susi, bermacam alasan yang diberikan agar kami tidak membawa anaknya ke panti sosial," lanjutnya.

Di sisi lain, menurutnya, jika dibiarkan anak tersebut diperlakukan seperti itu, ini akan memperparah kondisi anak dari segi fisik maupun mental.

"Terhitung sudah enam kali Dinas Sosial memanggil Susi. Yang bisa kami lakukan hanya memberikan modal usaha dan menitipkan anak tersebut ke panti sosial. Kemudian jika orang tuanya mau menyerahkan anak tersebut ke panti sosial kita akan bawa ia ke psikolog anak," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Padang sudah mengupayakan yang terbaik bagi keluarga Susi.

"Kita tidak acuh terhadap kondisi keluarga Susi, namun ia sendiri yang tidak mau dibantu. Bagaimana lagi? Kita sudah berikan dana usaha tetapi anak tetap diikat," sebutnya.

(don/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga