Bocah Diikat di Pohon Beringin Dianggap Melanggar Hak Anak

Bocah Diikat di Pohon Beringin Dianggap Melanggar Hak Anak Bocah malang yang diikat oleh orang tuanya di sebuah pohon Beringin di RTH Imam Bonjol Padang, Kamis (8/11/2018)(Foto: Covesia/ Fadil)

Covesia.com - Peneliti Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM) Azkar Ahsinin menjelaskan, jika dilihat dari perspektif HAM, peristiwa orang tua mengikat anaknya di pohon beringin yang terjadi di Padang Sumatera Barat adalah pelanggaran hak anak.

"Pertama yang melanggar hak anak adalah orang tua si anak itu karena implementasi konvensi hak anak ada peran orangtua yang bertanggung jawab dalam melindungi anak," kata Azkar Ahsinin ketika dihubungi Covesia.com, Jumat (9/11/2018).

Kedua, tambah dia, negara dalam hal ini pemerintah termasuk Pemda juga melanggar hak anak karena mengabaikan peran orang tua yang gagal berperan melindungi anak. 

"Negara sebenarnya berwenang mengambil alih peran orang tua yang gagal melindungi anak," jelas dia.

Menurut dia, pengambilalihan ini berdasarkan prinsip kepentingan terbaik bagi anak yg dimandatkan Konvensi Hak Anak (KHA). Selain itu, anak juga berhak mendapatkan pengasuhan alternatif kalau orang tua gagal menjalani peran melindungi anak. 

"Pemda seharusnya menjalankan kewajiban untuk memenuhi hak anak mendapatkan lingkungan alternatif," papar dia.

Dalam perspektif KHA, jelas dia, relasi negara dengan anak ada institusi yang memerantarai yakni keluarga atau orang tua. "Negara bisa mengintervensi apabila orang tua atau keluarga gagal berperan melindungi anak," tandas dia.

Ia pun sepakat harus ada intervensi negara dan orang tua tidak bisa berdalih lagi itu ranah privat. Ini merupakan implementasi efek horizontal hak asasi manusia bahwa norma hak asasi manusia menimbulkan kewajiban hukum di antara orang perorang.

"Anak itu semestinya mendapatkan pemulihan, Pemda seharusnya juga punya kewajiban untuk memberi pemulihan. Hukuman (mengikat anak) itu bentuk corporal punishment yang tidak manusiawi dan merendahkan martabat anak," tandas dia.

(jon)

Berita Terkait

Baca Juga