TICF Desak Twitter Blokir Akun Geert Wilders

TICF Desak Twitter Blokir Akun Geert Wilders Geert Wilders

Covesia.com - Ujaran kebencian tak hanya mencuat di Indonesia, tapi juga di negara lain seperti Belanda. Adalah Geert Wilders yang acap kali menuliskan ujaran kebencian di akun twitternya sehingga otoritas masjid Turki di Belanda meminta Twitter secara resmi untuk memblokir akun Geer Wilders.


Dilansir dari, nltimes.nl, Wilders telah melanggar peraturan penggunaan platform dengan mengunggah ujaran kebencian. Hal tersebut disampaikan oleh Turkish Islamic Cultural Federation (TICF) atau Federasi Kebudayaan Islam Turki  yang mengawasi 144 masjid di Belanda.


Bermacam tweet Widers tentang ujaran kebencian tercatat pada 15 Maret yang menyebut bahwa islam sebagai teror, misogini, homofobia, pembunuhan demi kehormatan, menyiksa hewan, ketidakadilan,perbudakan, mematikan, dan banyak lagi, yang disampaikan Geert Wilders dalam konten video berdurasi dua menit.


Selain itu juga terdapat tweet Wilders pada September 2017, ia menyebut bahwa Nabi Muhammad sebagai pedofil, pembunuh massal, teroris dan maniak. Tweet yang sama mengenaipenggambaran Nabi Muhammad, juga keputusan kontroversial karena merepresentasikan visual Nabi Muhammad yang nyata  dilarang dalam Islam.


TICF akan mengeksplorasi hukum jika Twitter menolak permintaan untuk menangguhkan Wilders, pada Facebooknya.


“1,2 juta muslim disakiti dengan pernyataannya dengan menyalahgunakan kebebasan berpendapat,” ungkap TICF.


Pengacara TICF Ejder Kose mengatakan bila twiter tidak mengabulkan permintaannya makan akan dilakukan tindakan hukum. “kami akan pergi ke pengadilan, bila diperlukan, “ ungkap Kose.


Wilders tidak tinggal diam dengan tuntutan yang dilayangkan pada twitter untuk dirinya, ia mengunggah mengunggah potret dirinya dengan lakban menutupi mulutnya, menunjukkan dia merasa dibungkam oleh larangan. Foto Geert Wilders di-tweet empat kali dengan disertai kata "Never" di atas foto dalam bahasa Inggris, Belanda, Arab dan Turki.


Dilansir Dari Tempo.co , TICF juga berencana untuk mengajukan tuntutan terhadap Twitter atas Geert Wilders di empat negara Islam lain, di antaranya Turki, Maroko, Pakistan dan Indonesia.

Laila/lif

Berita Terkait

Baca Juga