Deklarasi Anti-LGBT di Payakumbuh Diharapkan Jangan Hanya Sekadar Seremonial

Deklarasi AntiLGBT di Payakumbuh Diharapkan Jangan Hanya Sekadar Seremonial Dok.Covesia

Covesia - Deklarasi Anti Penyakit Masyarakat dan LGBT yang dideklarasikan oleh masyarakat Payakumbuh, Senin (05/11/2018) kemarin, diminta untuk tidak sekadar seremonial semata. Terlebih lagi, deklarasi didukung penuh oleh Pemko dan forkopinda Payakumbuh. Selepas deklarasi, diharapkan ada implementasi nyata dari deklarasi.

Ketua Forum Peduli Luak 50, Yudilfan Habib meminta jika sudah masyarakat yang mendeklarasikan diri untuk anti Penyakit Masyarakat dan LGBT, berarti ada keseriusan dari masyarakat untuk menindak pelaku. Komitmen seperti ini perlu diseriuskan oleh Pemko maupun Forkopinda Payakumbuh.

"Sekarang tinggal bagaimana keseriusan dan implementasi dari Pemko dan instansi terkait menanggapi deklarasi ini. Jangan hanya seremonial semata," kata Yudilfan Habib, Rabu (7/11/2018). 

Dikatakannya, penyakit masyarakat dan LBGT adalah sebuah prilaku yang dilakukan secara senyap. Harus ada pihak yang berani untuk menerobos masuk kedalam dunia Pekat dan LBGT ini. Jadi bisa melihat bagaimana fenomena dunia hitam para pelaku Pekat dan LGBT di Payakumbuh.

"Harus ada pihak maupun tim yang menerobos dunia mereka. Jadi bisa tahu seluk beluk dan hitam putih dunia senyap ini. Dengan itu, gampang untuk membongkar dan memberantas LGBT maupun Pekat," katanya. 

Sedangkan Opi, salah seorang warga Payakumbuh melihat fenomena Pekat dan LGBT sudah cukup lumrah terjadi di Payakumbuh. Pasalnya, kota ini adalah wilayah persinggahan dan berada di jalur lintas Sumatera. Beragam orang keluar masuk Payakumbuh dan beragam pula aktifitas dan kelakuan mereka. 

"Jadi, pemerintah harus mencari formula khusus untuk memberantas Pekat dan LGBT. Soalnya Payakumbuh adalah kota persinggahan dan jalur lalu lintas antar daerah," kata Opi.

Opi juga mengatakan beragam macam Pekat dan Fenomena LGBT bisa cepat diketahui jika ada kemauan dari pihak berwenang. Memanfaatkan kebiasaan dan budaya masyarakat Payakumbuh yang masih kental dengan Carito Lapau (bercerita di warung), bisa mengorek banyak informasi.

"Jadi siapa-siapa saja yang suka Pekat dan pelaku LGBT bisa dicari diwarung-warung. Masyarakat sudah komit memberantas, sekarang bagaimana dengan pemegang hukum dan kebijakan," jelas Opi

Kontributor Payakumbuh : Hajrafiv Satya Nugraha

Berita Terkait

Baca Juga