Ditjen Hubud Periksa 78 Pesawat Milik 7 Maskapai Secara Mendalam

Ditjen Hubud Periksa 78 Pesawat Milik 7 Maskapai Secara Mendalam Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Foto: Antara/ Sigid Kurniawan)

Covesia.com - Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara, M. Pramintohadi Sukarno dalam keterangannya saat mendampingi Menteri Perhubungan dalam Konferensi Pers Proses Evakuasi JT 610 mengatakan, bahwa Pihaknya telah melakukan pemeriksaan (rampchek) terhadap 78 pesawat.

 "Pasca musibah jatuhnya Lion Air JT 610 hingga tanggal 4 November kemarin Ditjen Perhubungan Udara telah melakukan ramp check terhadap 78 pesawat", ujar Pramintohadi, Senin (5/11/2018).

Pramintohadi menjelaskan bahwa pesawat yang telah di ramp check merupakah pesawat milik 7 maskapai nasional yang beroperasi di Indonesia.

"Hingga kemarin (4/11), pesawat yang telah kita ramp check adalah armada milik 7 masakapai yaitu Garuda Indonesia, Lion Air, Batik Air, Sriwijaya Air, NAM Air, Wings Air dan Airasia", lanjut Pramintohadi.

 Sementara Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Capt. Avirianto yang langsung menangani pemeriksaan pesawat membenarkan hal tersebut. Ramp check dilakukan di 7 lokasi bandara di Indonesia yaitu di Bandara Soekarno Hatta, Kualanamu - Medan, Minangkabau - Padang, I Gusti Ngurah Rai - Denpasar, Sultan Hasanuddin - Makasar, Sam Ratulangi - Manado dan Juanda - Surabaya.

"Hingga tanggal 4 kemarin kami telah memeriksa pesawat milik 7 maskapai nasional dan terdiri dari  6 jenis pesawat yaitu B737-300, 737-500, B737-800/900, B737-MAX 8, ATR 72-500/600 dan A320-200, semuanya hasilnya baik dan laik udara", rinci Avirianto.

 Pramintohadi menjelaskan bahwa kegiatan ramp check akan terus dilakukan sebagaimana arahan Menteri Perhubungan guna meningkatkan pengawasan terhadap pengoperasian pesawat udara di Indonesia.

"Ramp check pesawat, maupun fasilitas penerbangan lainnya adalah tugas sekaligus kewenangan kami selaku regulator penerbangan. Kami akan terus mengawal seluruh operator penerbangan baik maskapai, navigasi penerbangan dan bandara serta seluruh unsur terkait untuk bersama-sama menciptakan penerbangan Indonesia yang selamat, aman dan nyaman", pungkas Pramintohadi.

 (ril)

Berita Terkait

Baca Juga