Wakil Ketua DPR Jadi Tersangka, Indriyanto Seno Adji Apresiasi Kinerja KPK

Wakil Ketua DPR Jadi Tersangka Indriyanto Seno Adji Apresiasi Kinerja KPK Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan dikawal petugas menggunakan rompi orange usai menjalani pemeriksaan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Jumat (2/11/2018)). (Antara Foto/Wibowo Armando/RN/ama)

Covesia.com- Mantan Pelaksana Tugas (Plt) Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Prof. Indriyanto Seno Adji mengapresiasi kinerja KPK dalam melakukan penindakan kasus korupsi di Indonesia.

Terlebih, KPK telah menetapkan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Taufik Kurniawan sebagai tersangka kasus korupsi. KPK bahkan telah menahan Taufik sebagai tersangka kasus korupsi dana alokasi khusus (DAK) fisik Kabupaten Kebumen dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2016.

Menurut dia, ini bukti bahwa lembaga hukum apapun termasuk KPK tidak bisa diintervensi oleh siapapun. "Lembaga APH apapun juga, KPK tidak dalam posisi untuk diintervensi dalam proses penegakan hukum. Jadi wajar dan patut diapresiasi penindakan KPK terhadap siapapun yang terlibat korupsi termasuk kasus Waka DPR ini, juga tidak akan terpengaruh pernyataan- pernyataan yang mencoba mengganggu proses penegakan hukum ini," kata Indriyanto Seno Adji saat dihubungi Covesia.com, Senin (5/11/2018).

Ia menegaskan bahwa KPK itu merupakan lembaga penegak hukum yang independen dan tidak bisa diintervensi oleh siapapun. Termasuk tekanan dan pendapat Amien Rais yang lebih subyektif. Menurut dia, KPK telah menempatkan posisinya secara tepat dan benar dengan melakukan tindakan pro justitia terhadap penahanan Taufik Kurniawan.

“Silahkan AR memberikan pendapat- pendapatnya dan jangan sampai tekanan subyektifitas itu mengarah kepada obstruction of justice (OJ) dalam proses hukum terhadap TK karena kebebasan berpendapat yang melanggar OJ adalah justru pelanggaran hukum,” ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa tidak ada imunitas hukum bagi siapapun di negara ini. “Semua orang sama dihadapan hukum . KPK tidak perlu ragu terhadap pelanggaran OJ karena independensi KPK terletak pada kelembagaan yang berintegritas dan sudah dibuktikan dengan pencegahan (TK) ke LN. Penetapan Tsk dan penahanan TK walau (ada) pendapat- pendapat AR (yang) berusaha mempengaruhi kinerja Pimpinan KPK,” jelas dia.

Kendati demikian, ia menganggap bahwa apa yang dilakukan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais yang sempat mendatangi gedung KPK untuk bertemu Ketua KPK Agus Rahardjo bukanlah bagian dari sebuah intervensi hukum. "Bukan (intervensi). Itu sekedar pandangan beliau terhadap proses penegakan hukum," jelas dia.

Ini terbukti, jelas dia, kendati Amien Rais sempat mengunjungi KPK, kenyataannya status Taufik Kurniawan sudah dinyatakan sebagai tersangka. Bahkan sudah dilakukan penahanan secara pro justitia.

(jon)

Berita Terkait

Baca Juga