PBB: Yaman Menjadi Tempat Paling 'Mematikan' Bagi Anak-anak

PBB Yaman Menjadi Tempat Paling Mematikan Bagi Anakanak Ilustrasi (mirror)

Covesia.com - Yaman menjadi “tempat mematikan” bagi anak-anak, dengan ribuan anak meninggal setiap tahun karena kekurangan gizi dan penyakit yang mudah dicegah, kata pejabat tinggi PBB, Minggu (04/11).

Geert Cappelaere -- direktur regional untuk Timur Tengah dan Afrika Utara di badan anak-anak PBB UNICEF -- mendesak pihak bertikai untuk bergabung dalam usulan perundingan perdamaian pada bulan ini dan menyetujui gencatan senjata.

“Yaman saat ini menjadi tempat mematikan -- bukan untuk 50 hingga 60 persen anak -- itu tempat mematikan bagi setiap anak di Yaman,” katanya dalam konferensi pers di ibu kota Yordania.

Menurut UNICEF, 1,8 juta anak Yaman yang berusia di bawah lima tahun menderita kekurangan gizi akut, dan nyawa 400.000 anak yang terkena dampak perang terancam.

Cappelaere mengatakan 30.000 anak meninggal karena kekurangan gizi setiap tahun di Yaman, sementara satu anak meninggal setiap 10 menit akibat penyakit yang mudah dicegah.

Dia mengatakan angka tersebut “pengingat bagi kita semua untuk menyadari bahwa situasi menjadi sangat mengerikan.”

“Kami menyerukan semua pihak untuk bertemu pada bulan ini di bawah kepemimpinan utusan khusus PBB... dan menyetujui gencatan senjata dan jalan menuju perdamaian bagi Yaman,” imbuhnya.

Seruan itu disampaikan seiring memanasnya pertempuran di Hodeida, kota pelabuhan Laut Merah yang dikuasai pemberontak, meskipun komunitas internasional terus mendesak agar konflik dihentikan.

Pelabuhan tersebut adalah titik masuk untuk lebih dari 70 persen impor ke Yaman. (ant/adi)

Berita Terkait

Baca Juga