Bawaslu Sumbar : Pemilu 2019 Rawan Pelanggaran

Bawaslu Sumbar  Pemilu 2019 Rawan Pelanggaran (Foto: Debi Kurnia/ Covesia)

Covesia.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) propinsi Sumbar mengungkapkan  banyak kemungkinan pemilu 2019 nanti rawan akan pelanggaran. 

Hal demikian disampaikan Ketua Bawaslu Propinsi Sumbar, Surya Efritmen di Bukittinggi, Senin (05/11/2018) saat sosialisasi tahapan pemilu tahun 2019, peran dan tanggung jawab masyarakat, media dan aparat keamanan dalam pengawasan partisipatif menciptakan pemilu 2019 yang berintegritas dan bermatabat.

"Ada empat indikator dimensi kerawanan pemilu yakni sosial politik, penyelenggara, partisipasi dan kontestasi, dan itu juga terbagi kedalam 16 sup dimensi yang jadi alat ukur oleh pengawas," sebut Surya di Bukittinggi. 

Ia menerangkan dari hal tersebut ada beberapa potensi pelanggaran pemilu yang terjadi, diantaranya mobilisasi masa saat kampanye pemilu dan penghitungan suara karena kemungkinan akan banyak warga dari luar pemilihan yang akan melakukan pemilihan di tempat lain. 

"Karena saat ini di Sumbar daerah yang memiliki kerawanan tinggi yakni Pasaman Barat yang berada diperingkat nomor satu di Sumbar dan kerawanan terendah Kabupaten Agam," terangnya. 

Sementara untuk tingkat kota Bukittinggi sendiri tingkat kerawanan masih belum tinggi, namun tidak tertutup kemungkinan beberapa kerawanan pemilu bisa terjadi jelang pemilihan.

Ketua Bawaslu Bukittinggi, Ruzy Hariadi mengatakan adapun indeks kerawanan Pemilu di Kota Bukittinggi meliputi konflik antar peserta pemilu dan masyarakat karena adanya perbedaan-perbedaan terkait kepadatan penduduk, dan banyaknya komponen yang ada di Bukittinggi.

"Ini mungkin saja bisa terjadi, maka kita dari pengawas pemilu harus bisa mengambil antisipasi seperti mencermati kembali data pemilih, agar kecurangan tidak terjadi," katanya. 

(deb) 

Berita Terkait

Baca Juga