Terkendala Izin Orang Tua Anak, Realisasi Vaksin MR di Pariaman Tidak Penuhi Target

Terkendala Izin Orang Tua Anak Realisasi Vaksin MR di Pariaman Tidak Penuhi Target Dinkes Kota Pariaman, Sumatera Barat tengah mensosialisasikan vaksi MR kepada masyarakat (Foto: Rozi Yardinal/Covesia)

Covesia.com - Realisasi vaksin campak dan rubella (MR) di Kota Pariaman, Sumatera Barat berjalan lambat dan jauh dari target yang di tetapkan. Sejak dilakukan pencanangan realisasi vaksin tersebut pada tanggal 1 Agustus sampai akhir September 2018, yang tercapai baru sekitar 22,98 persen dari yang ditargetkan 95 persen. 

Menurut Kepada Bidang Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Pariaman, Rio Arisandi mengatakan pihaknya terkendala atas izin orang tuan anak yang akan di lakukan vaksi MR itu.  

"Tidak tercapainya target disebabkan karena terkendala dengan izin orang tua," ujar Rio kepada Covesia.com di Pariaman, Senin (05/11/2018).

Rio menjelaskan,  vaksin campak dan rubella ditargetkan pemerintah pusat hanya dua bulan sejak pencanangan dilakukan.

"Dari 24.504 anak-anak yang harus melakukan vaksin, baru 22,98 persen baru terlaksana," ujarnya.

Ia menyampaikan rata-rata orang tua anak menolak melakukan vaksin MR dengan alasan terkait kehalanan vaksin itu sendiri.

Selanjutnya, kata dia, sebelumnya juga beredar informasi bahwa vaksin MR bisa menyebabkan kematian. Namun Dinas Kesehatan Kota Pariaman menepis informasi yang beredar tersebut.

Sementara itu, kata dia, karena target belum tercapai secara nasional, maka pemerintah pusat memperpanjang waktu sampai akhir Desember 2018.

Sehingga Pemkot Pariaman kembali mensosialisasikan kepada masyarakat, terutama orang tua anak agar bersedia atau mengijinkan anaknya untuk melakukan vaksin.

"Vaksin MR dilakukan boleh, jadi silahkan kepada orang tua mengijinkan anaknya segera melakukan vaksin," harapnya.

(rzi)


Berita Terkait

Baca Juga