Putra Jamal Khashoggi memohon Jasad Ayahnya Dipulangkan

Putra Jamal Khashoggi memohon Jasad Ayahnya Dipulangkan Jamal Khashoggi

Covesia.com - Dua putra Jamal Khashoggi, jurnalis Arab Saudi yang dibunuh di Konsulat Saudi di Istanbul, memohon pemulangan jasad ayahnya.

Hal itu disampaikan oleh Salah dan Abdullah Khashoggi kepada CNN, dalam wawancara pertama sejak ayah mereka dibunuh.

Mereka mengungkapkan beberapa pekan terakhir terasa berat bagi mereka, karena mereka masih menunggu informasi lebih lanjut tentang kematian ayah mereka.

Khashoggi, seorang kolumnis Washington Post, menghilang pada 2 Oktober, sejak dia memasuki konsulat Saudi.

Menurut kantor Kejaksaan Turki, begitu memasuki gedung konsulat, Khashoggi dicekik, kemudian disiksa, dan akhirnya jasadnya dipotong-potong.

Kedua putra Khashoggi mengatakan bahwa selama tidak ada jasad ayahnya, mereka tidak dapat melaksanakan upacara pemakaman.

"Yang kami inginkan sekarang adalah menguburnya di [pemakaman] Al-Baqi di Madinah bersama anggota keluarga yang lain," tutur Salah ke CNN.

Salah dan Abdullah mengatakan bahwa ayahnya adalah korban dari politik.

Dalam sebuah wawancara, menantu Presiden AS Donald Trump sekaligus penasihat AS untuk Timur Tengah Jared Kushner dan penasihat kemanan nasional AS John Bolton mengatakan bahwa Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman menyebut Khashoggi sebagai simpatisan Ikhwanul Muslimin yang berbahaya.

"Itu hanyalah label. Memang sangat mudah melekatkan label padanya," tandas Abdullah merespons klaim tersebut.

"Jamal tak pernah membangkang. Dia yakin monarki akan membuat negara ini bersatu, dan percaya bahwa transformasi sedang terjadi," tambah Salah.

Sebagai putra tertua, Salah ditunjuk oleh otoritas Saudi sebagai perwakilan pihak keluarga Khashoggi. Namun, hal itu tetap tak memberikan lebih banyak informasi tentang ayahnya.

"Informasi yang kami terima hanya itu-itu saja. Semuanya masih menjadi misteri. Orang-orang menanyakan informasi kepada kami. Mereka mengira kami memiliki jawaban, sayangnya kami pun tidak," kata dia lagi.

Sementara itu, Abdullah, yang tinggal di Uni Emirat Arab, mengatakan bahwa di antara anak-anak Khashoggi, dialah yang terakhir melihat ayahnya. Menurut dia, ayahnya pergi ke Turki pada September untuk mengunjunginya dan tunangannya, Hatice Cengiz.

"Dia tampak bahagia. Kami berjalan-jalan di Istanbul, kami bersenang-senang. Saya benar-benar beruntung memiliki momen terakhir bersamanya. Saya sangat bersyukur," tutur dia.

Kepergian ayah mereka tidak hanya membuat keluarga besar berduka, namun sekaligus bingung.

"Ini sungguh tidak mudah. Bahkan bagaimana kami berduka pun membingungkan. Kami merasa sangat sedih, tetapi pada saat yang sama kami mencoba fokus untuk mendapatkan segala informasi," ungkap keduanya.

Salah mengatakan bahwa dirinya tengah menunggu simpulan hasil penyelidikan dan berharap kebenaran akan segera terkuak. Dia pun menaruh kepercayaan pada Raja Saudi Salman bin Abdulaziz.

"Raja telah menegaskan bahwa semua orang yang terlibat akan dibawa ke pengadilan. Saya percaya ini akan terjadi. Jika tidak, Saudi tidak akan memulai penyelidikan internal," ujar Salah.

Anadolu Agency/lif

Berita Terkait

Baca Juga