Pengamat Pendidikan IAIN Bukittinggi: Tiga Faktor Ini Penyebab Munculnya LGBT

Pengamat Pendidikan IAIN Bukittinggi Tiga Faktor Ini Penyebab Munculnya LGBT 10 wanita yang diduga Lesbian diamankan Satpol PP Padang, Sumatera Barat (Foto: Humas)

Covesia.com - Lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT), akhir-akhir ini menjadi sorotan yang hangat diperbincangkan ditengah masyarakat.

Bagaimana tidak, LGBT tidak saja hanya sekedar humor namun kini telah melekat pada suatu kelompok maupun perorangan. Dimana saat ini di Sumbar saja secara terang-terangan mereka menampakan diri ke tengah masyarakat dan tak malu untuk mengakuinya, sehingga menimbulkan penolakan ditengah masyarakat yang tidak sesuai dengan kaedah ajaran agama.

Menurut penjelasan pengamat pendidikan IAIN Bukittinggi, Irwandi, ada tiga faktor utama munculnya LGBT ketengah masyarakat yakni Keluarga, Lingkungan dan Agama.

"Keluarga menjadi salah satu penyebab munculnya LGBT. Ini diumpamakan dengan pola salah asuh dari orangtua, dimana dalam suatu keluarga menginginkan seorang anak laki-laki atau perempuan yang masih dalam kandungan yang belum diketahui jenis kelamin, namun telah membeli kebutuhan anak tersebut yang bertolak dari jenis kelamin yang diinginkan keluarga tersebut," ujar Irwandi kepada Covesia.com, Senin (05/11/2018) di Bukittinggi. 

Lebih lanjut dijelaskan Irwandi, faktor selanjutnya yakni lingkungan, dimana lingkungan dapat merubah seseorang, jika itu baik akan berbalas baik namun sebaliknya jika buruk akan berbalas buruk. Dan faktor terakhir yakni agama, apakah yang bersangkutan sudah taat pada agamanya atau belum, karena jika tidak mereka tidak akan tau kalau LGBT itu adalah pergaulan yang menyimpang dari agama. Bagaimana orangtua memberikan pengetahuan tentang agama kepada anaknya.

Disamping itu ia juga menjelaskan tiga point yang dapat memberantas LGBT yakni hukum, keluarga dan rehabilitas. 

"Jika terbukti suatu kelompok atau perorangan LGBT maka hukum harus berjalan dengan memberikan mereka efek jera, kalau LGBT dilarang dan mempunyai kekuatan hukum," ungkapnya. 

Selanjutnya keluarga, jika pihak keluarga memperhatikan anak dan peduli maka orangtua akan selalu mewaspadai anaknya dan melindungi dengan melakukan pendekatan dan memberikan perhatian. 

"Rehabilitas, jika sudah ada maka mereka yang LGBT harus direhabilitasi untuk memberikan kesembuhan agar penyakit itu tidak melekat kejiwa yang bersangkutan," ucapnya. 

(deb) 

Baca juga: Pajang Foto Tak Senonoh di Medsos, Satpol PP Padang Amankan 10 Wanita Diduga Lesbian

Berita Terkait

Baca Juga