Tim Tanggap Bencana DHL Group Proses 3.500 Ton Kargo untuk Sulawesi Tengah

Tim Tanggap Bencana DHL Group Proses 3500 Ton Kargo untuk Sulawesi Tengah Sumber: Deutsche Post DHL Group

Covesia.com - Disaster Response Team (DRT) dari Deutsche Post DHL (DPDHL) Group, telah mengutus 26 relawan DHL untuk menyediakan dukungan logistik selama upaya pemberian bantuan di lokasi bencana Sulawesi Tengah atas permintaan pemerintah melalui BNPB dan Pusat Koordinasi Bantuan Kemanusiaan dan Penanganan Bencana ASEAN (AHA Centre). Selama penempatan ini, DRT memfasilitasi penyaluran untuk barang bantuan sebanyak hampir 3500 ton.

Selama 23 hari, para relawan yang dibagi dalam tiga tim. Para relawan terbagi antara pengoperasian di landasan bandara Mutiara SIS Al-Jufrie di Palu, dan di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman di Balikpapan, yang berfungsi sebagai area pengambilan bantuan yang berdatangan. 

"Tujuan perusahaan kami adalah menghubungkan orang-orang dan meningkatkan taraf hidup mereka. Tim DRT kami terdiri dari para relawan yang terlatih dengan baik, yang menyediakan keahlian logistik untuk membantu melakukan koordinasi terhadap barang bantuan untuk distribusi lebih lanjut kepada para korban secepat mungkin," tutur Frank Appel, CEO Deutsche Post DHL Group dalam siaran pers yang diterima Covesia.com, Senin (5/11/2018).

Carl Schelfhaut, Manajer GoHelp, Asia Pasifik, DPDHL Group mengatakan, penempatan ini tidak seperti yang lainnya, karena DRT mengambil peran unik dalam mengelola transportasi barang bantuan. 

“Ini akan memastikan bantuan yang tepat akan tiba di Palu pada waktu yang tepat untuk distribusi selanjutnya kepada mereka yang paling membutuhkan," katanya.

Agustina Tnunay, Spesialis Logistik Kemanusiaan dari Pusat Koordinasi Bantuan Kemanusiaan dan Penanganan Bencana ASEAN (AHA Centre), menambahkan selama upaya tanggap darurat di masa lalu, keahlian DRT dalam mengatasi hambatan di bandara akibat masuknya pasokan bantuan mendadak sangat dihargai. 

“Penempatan terakhir ini menunjukkan bahwa DRT juga dikelola dengan baik dalam menjembatani hubungan militer dan sipil dalam aksi tanggap terhadap bencana alam," tuturnya. 

DRT dari DPDHL Group berada di Indonesia antara tanggal 4 dan 26 Oktober 2018 atas permintaan BNPB dan AHA Centre. Penempatan khusus ini merupakan salah satu yang terlama di wilayah ini hingga saat ini, serupa dengan keterlibatan tim pada tahun 2015 dalam upaya penanggulangan bencana Nepal.

(ril/rdk) 

Berita Terkait

Baca Juga