Pemakaman Fauzan Azima Korban JT 610 Dilepas dengan Doa

Pemakaman Fauzan Azima Korban JT 610 Dilepas dengan Doa Peti jenazah Fauzan Azima korban kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 saat akan dibawa ke tempat pemakaman, Minggu (4/11/2018)(Foto: Covesia/ Angga)

Covesia.com - Tepat pukul 10.18 WIB, Minggu (4/11/2018) jenazah Fauzan Azima, tiba di rumah duka di Jorong Balai Mansiro, Kecamatan Guguak VIII Koto, Kabupaten Limapuluh Kota. Disambut oleh keluarga  besar dan ratusan pelayat.

Pantauan covesia.com di rumah duka, saat peti jenazah diangkat dari mobil ambulance, ibunda Fauzan, Mariati langsung histeris. Tangisan dan teriakannya membuat suasana duka semakin terasa. Banyak pelayat yang juga masyarakat Balai Mansiro ini meneteskan air mata. 

Amir, ayah Fauzan mencoba menenangkan istrinya. Ia pun sebenarnya bersedih, namun mencoba menahan air mata dan tetap tegar menerima keadaan ini. Tersirat dimata, penjual martabak di pasar Simalanggang ini, ia begitu kehilangan anak yang sedang dibanggakan.

Dalam gema kalimat tauhid, peti jenazah Fauzan diboyong ke depan rumah duka. Disana sudah terletak sebuah meja beralas kain batik sebagai letak peti jenazah. Tanpa memperlama waktu, pihak keluarga pun memulai prosesi pemakaman.

Kakek Fauzan, Datuak Batang membuka acara prosesi pemakaman dengan kata sambutan dari pihak keluarga. Dirinya meminta maaf dan doa kepada seluruh masyarakat untuk kelancaran Fauzan menghadap Allah SWT.

"Saya sebagai kakek Fauzan meminta maaf dan doa sebanyak mungkin. Selama masa hidupnya pasti ada kesalahan dan khilaf. Mohon dimaafkan . Saya mohon sekali," kata Datuk Batang terpatah-patah.

Dalam prosesi ini Bupati Limapuluh Kota. Irfendi Arbi juga turut hadir dan menyampaikan rasa turut berduka cita. Selama lima hari orang tua Fauzan di Jakarta, dirinya turut mendampingi.

"Selama Lima hari di Jakarta, dua kali saya temui orang tua Fauzan. Disana saya melihat ketegaran dan keikhlasan pak Amir dan Buk Mariati," kata Bupati.

Saat di Jakarta ini, Irfendi mengetahui bahwa Fauzan sudah menetapkan tanggal hari pernikahannya dengan seorang gadis yang ditemui di Jakarta selama ia bekerja disana. 

Calon istri Fauzan ini terlihat duduk disamping adik Fauzan, Fadlan saat keluarga menunggu kabar Fauzan di hotel Ibis Cakung, Jakarta.

"Gadis itu menangis dan duduk disebelah Fadlan. Disitulah saya meneteskan air mata dan mencoba membuat gadis ini untuk tegar. Bulan Januari 2019 besok merupakan moment pernikahan mereka. Saya tahu bagaimana perasaan sedihnya gadis ini," kata Bupati.

Usai mendengar sambutan Bupati Limapuluh Kota, Jenazah Fauzan dibawa ke mesjid Jami' Balai Mansiro pukul 10.38 WIB untuk dishalatkan yang berjarak 300 meter dari rumah almarhum. Gema tauhid kembali bergema sepanjang jalan dari mulut para pelayat.

Kontributor Limapuluh Kota: Hajrafiv Satya Nugraha

Berita Terkait

Baca Juga