Pembunuhan Keji Terhadap Khashoggi dan Narasi Saudi yang Selalu Berubah

Pembunuhan Keji Terhadap Khashoggi dan Narasi Saudi yang Selalu Berubah Jamal Khashoggi

Covesia.com - Sejak jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi menghilang dari Konsulat Saudi di Istanbul awal September lalu, otoritas Saudi telah memberikan setidaknya empat penjelasan berbeda mengenai apa yang terjadi. 

Beberapa jam setelah Khashoggi menghilang, Saudi membantah klaim tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz, bahwa jurnalis itu tak pernah keluar dari gedung konsulat. 

Dilansir dari Anadolu Agency Indonesia, pada 5 Oktober, Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman mengatakan pada Bloomberg bahwa Khashoggi telah meninggalkan konsulat tak lama setelah memasukinya.

"Yang saya tahu, dia memang masuk kemudian keluar selang beberapa menit atau satu jam. Kami [Kementerian Luar Negeri Saudi] tengah menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi saat itu," ujar Salman. 

"Kami siap bekerja sama dengan pemerintah Turki untuk menyelidiki hal ini," tambah dia saat itu. 

Sehari setelah wawancara tersebut, konsulat mengundang sejumlah wartawan Reuters untuk membuktikan klaim putra mahkota.

Otoritas Saudi membantah tahu-menahu keberadaan Khashoggi hingga akhirnya Saudi Press Agency (SPA) menerbitkan keputusan dari Raja Saudi Salman bin Abdulaziz.

Keputusan itu menyerukan pemberhentikan beberapa pejabat senior Saudi, termasuk Wakil Kepala Badan Intelijen Ahmed Asiri dan penasihat Mahkamah Agung Saud al-Qahtani. 

Di hari yang sama, menyusul percakapan lewat telepon antara Raja Salman dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, Riyadh pun mengumumkan bahwa Khashoggi sebenarnya telah tewas dalam "perkelahian" di konsulat.

Namun narasi "perkelahian" itu terlupakan segera setelah otoritas Saudi mengumumkan pada 25 Oktober bahwa mereka telah menerima informasi dari Turki yang menunjukkan bahwa orang-orang yang terlibat dalam pembunuhan Khashoggi telah merencanakan aksi kejahatan itu sebelumnya.

"Informasi yang diperoleh dari Turki menunjukkan bahwa tersangka dalam kasus itu sudah merencanakan tindakan itu," kata SPA mengutip Jaksa Penuntut Umum Saudi Saud al-Mujeb. 

Kemudian, pada Rabu, kejaksaan Turki mengumumkan temuan awal penyelidikan mereka bahwa Khashoggi telah dicekik sampai mati sesaat setelah dia memasuki konsulat Saudi di Istanbul.

Jaksa Agung Istanbul juga mengungkapkan bahwa jasad Khashoggi telah dibuang setelah dipotong-potong terlebih dahulu.

Sejak itulah, otoritas Saudi masih bungkam mengenai keberadaan jasad Khashoggi.

(lif)

Berita Terkait

Baca Juga