Hari Keenam Proses Evakuasi JT 610, Tim SAR Gabungan Telah Kumpulkan 104 Kantong Jenazah

Hari Keenam Proses Evakuasi JT 610 Tim SAR Gabungan Telah Kumpulkan 104 Kantong Jenazah Evakuasi korban Lion Air JT 610 (Foto: Doc. Basarnas)

Covesia.com - Tim SAR gabungan hingga hari ke enam proses evakuasi pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Utara Tanjung Karawang, Jawa Barat, sudah mengumpulkan sebanyak 104 kantong jenazah.

"Hingga hari ini sudah mengumpulkan 104 kantong jenazah, dan begitu tiba (di dermaga) kami kirim ke RS Polri untuk diperiksa," kata Kepala Deputi Bidang Operasi basarnas Mayjen TNI Nugroho Budi Wirianto dalam konferensi pers di dermaga JICT II Tanjung Priok Jakarta, Sabtu (3/11/2018).

Selain memaparkan hasil pengumpulan kantong jenazah oleh tim SAR, ia juga memaparkan sejumlah kabar terbaru dari operasi evakuasi pesawat tersebut.

Pada pencarian hari ini, tim penyelam sudah berhasil menemukan roda pendaratan baik bagian depan dan belakang, juga sudah menemukan lokasi kedua mesin pesawat di dasar laut.

"Mesin dua-duanya sudah ditemukan, sudah kami lihat melalui ROV. Tapi belum bisa kami angkat," pungkas Nugroho menerangkan.

Berdasarkan pantauan Antara di posko terpadu dermaga JICT II, sejumlah puing-puing dari badan pesawat sudah berada di lokasi pengumpulan.

Benda-benda tersebut antara lain satu set roda pendarat dengan dua ban, kulit badan pesawat, rangka jendela penumpang, bilah turbin mesin pesawat, serta bagian-bagian kecil lain yang mayoritas berbahan metal.

Untuk selanjutnya, bagian-bagian pesawat yang berhasil ditemukan akan diserahkan kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk dilakukan analisis dan penyelidikan.

Hingga hari ini, sudah ada tujuh jenazah korban kecelakaan Pesawat Lion Air JT 610 yang teridentifikas yakni atas nama Jannatun Cintya Dewi, Candra Kirana, Monni, Hizkia Jorry Saroinsong, Endang Nur Sribagusnita, Wahyu Susilo dan Fauzan Azima.

Pesawat Lion Air JT 610 mengalami kecelakaan dan Jatuh di perairan Tanjungpakis Kabupaten Karawang, pada Senin (29/10), setelah sebelumnya hilang kontak selama tiga jam sejak pukul 06:33 WIB.

Pesawat tersebut dikabarkan membawa 180 penumpang dewasa, satu penumpang anak-anak dan dua bayi dengan dua pilot dan enam awak pesawat. 

(ant/don)

Berita Terkait

Baca Juga