Berhasil Diidentifikasi, Jenazah Korban Lion Air JT 610 Asal 50 Kota Dipulangkan Besok

Berhasil Diidentifikasi Jenazah Korban Lion Air JT 610 Asal 50 Kota Dipulangkan Besok Peti jenazah atas nama Fauzan Azima, korban Lion Air JT 610 asal Jorong Balai Mansiro, Kecamatan Guguak, 50 Kota. Foto: istimewa

Covesia.com - Salah seorang penumpang Lion Air JT 610 yang jatuh di Tanjung Pakis, Kabupaten Kerawang, Jawa Barat, Senin (29/10/2018) asal Kabupaten Limapuluh Kota berhasil diidentifikasi Sabtu (3/11/2018) pukul 16.00 WIB, atas nama Fauzan Azima. Jenazah korban asal Jorong Balai Mansiro, Kecamatan Guguak, akan dipulangkan pada MInggu (4/11).

Fauzan Azima teridentifikasi melalui sidik dan riwayat medis yang diberikan oleh pihak keluarga. Malam ini, akan dilaksanakan serah terima jenazah Fauzan ke pihak keluarga. Minggu pagi, (4/11/2018) akan dibawa ke kampung halaman untuk dimakamkan.

"Besok pagi, pesawat pertama dari Jakarta - BIM, jenazah Fauzan diterbangkan dan langsung dibawa ke rumahnya di Balai Mansiro. Malam ini, sedang berlangsung proses serah terima jenazah kepada orang tua Fauzan di Jakarta," kata Kakak kandung Ibu Fauzan, Hamdi Satri kepada covesia.com melalui seluler, Sabtu (3/11/2018) malam.

Rencananya, Fauzan akan dimakamkan di pemakaman keluarga yang tidak jauh dari rumah. Saat ini, pihak keluarga sudah mempersiapkan segala hal untuk proses pemakaman.

"Tadi sore kami dengar kabar Fauzan dan langsung mempersiapkan segala halnya untuk proses penyambutan jenazah dan pemakaman Fauzan," tambah Hamdi.

Mengenai kondisi jasad Fauzan, Hamdi mengaku tidak mengetahui apakah kondisi jasad Fauzan utuh yang diberikan kepada keluarga. Pasalnya, peti jenazah tidak boleh dibuka. 

"Kami sudah pasrah sejak mendengar kabar pesawat Fauzan jatuh dan perkembangan berita bagaimana kondisi jenazah penumpang Lion Air. Jadi apapun itu kami menerima saja. Yang jelas kami terus menyampaikan doa untuk almarhum," kata Hamdi.

Seperti berita sebelumnya, Fauzan Azima adalah salah satu penumpang pesawat Lion Air yang jatuh di Tanjung Pakis, Kabupaten Karawang. Ia hendak pergi ke Pangkal Pinang karena diutus oleh kantornya untuk melakukan survey pertambangan. 

Kontributor Limapuluh Kota: Hajrafiv Satya Nugraha

Berita Terkait

Baca Juga