Jika Meninggal Dunia, Dimana Jasad Jamal Khashoggi?

Jika Meninggal Dunia Dimana Jasad Jamal Khashoggi Foto: Istimewa

Covesia.com - Keberadaan tubuh Jamal Khashoggi telah menjadi pertanyaan yang mendesak setelah Arab Saudi mengakui bahwa jurnalis kawakan itu telah meninggal dalam perkelahian di Konsulat Saudi Istanbul.

"Di mana jasad Jamal Khashoggi?" Tanya wartawan Suriah Musa al-Omar.

"Dia harus dimakamkan di Al-Baqi, pemakaman di Madinah Arab Saudi seperti yang direkomendasikan."

Khashoggi, seorang jurnalis dan kolumnis Washington Post, telah hilang sejak memasuki konsulat pada 2 Oktober.

Setelah berhari-hari menyangkal mengetahui keberadaannya, Arab Saudi pada Sabtu mengklaim Khashoggi telah terbunuh dalam perkelahian di dalam konsulat.

Roger Cohen, kolumnis New York Times, mencemooh penjelasan Saudi tentang pembunuhan Khashoggi.

"Dicekik dalam perkelahian? 15 agen dikirim untuk temui dia? Salah satunya membawa gergaji? Oh, dan bukankah Khashoggi keluar dari konsulat 17 hari yang lalu?" dia bertanya-tanya.

“Jika Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dikirim ke Riyadh untuk mengumpulkan cerita yang masuk akal, ya, misi telah gagal,” kata dia.

Pada Selasa, Pompeo mengunjungi Riyadh untuk berbicara dengan para pejabat Saudi tentang hilangnya Khashoggi.

Pada hari hilangnya Khashoggi, 15 warga Saudi lainnya, termasuk beberapa pejabat, tiba di Istanbul dengan dua pesawat dan mengunjungi konsulat saat dia masih di dalam, menurut sumber-sumber kepolisian Turki.

Semua individu yang diidentifikasi telah meninggalkan Turki.

Tim gabungan Turki-Saudi menyelesaikan penyelidikan atas kasus ini pada Kamis setelah menggeledah kediaman konsul jenderal serta Konsulat Saudi di Istanbul.

- "Di mana jasadnya?"

Beberapa wartawan Arab mengajukan pertanyaan tentang keberadaan jasad wartawan Saudi.

"Dia meninggal akibat baku hantam, lalu di mana jasad Jamal Khashoggi?" tanya wartawan Lebanon Najla Abu Mari.

Wartawan Yaman Hamdi al-Bakari mencuit, "Di mana jasadnya?"

Jurnalis Bahrain Nazih Saeed juga bertanya tentang jasad Khashoggi, mengatakan bahwa pemecatan para pejabat tidak cukup untuk mencapai keadilan.

Aktivis Yaman Tawakkol Karman bersikap sarkastik tentang keputusan raja Saudi untuk memecat wakil kepala intelijen Ahmad Asiri dan penasihat senior Saud al-Qahtani atas kasus tersebut.

"Kami dapat memahami pemecatan yang Anda lakukan terhadap mereka karena alasan ini: atas kegagalan mereka mengawasi pembunuhan Khashoggi tanpa skandal," tulisnya di Twitter.

Tidak ada komentar dari pihak berwenang Saudi atas tuduhan itu.

Analis politik UEA Abdul Khaliq Abdullah mengatakan di Twitter: "Semoga Allah mengampuni juara kebebasan Khashoggi."

"Ini adalah hari yang menyedihkan bagi saya, bagi teman-teman, keluarga, para kaum liberal dunia dan bagi siapa saja yang berani mengatakan kebenaran dan berjuang dalam pertempuran kebebasan dan membayar mahal untuk itu," kata Abdullah.

Akademisi Mesir Saif al-Din Abdul Fattah juga bertanya tentang keberadaan jasad wartawan Saudi itu.

"Mengapa pihak berwenang Saudi menyangkal lebih dari sekali bahwa Khashoggi dibunuh? Di mana jasad pria itu?" dia bertanya.

Aktivis politik Mesir Wael Ghonim mengatakan di akun Twitter-nya: "Kenangan tentang kematian Khashoggi akan hidup dalam hati dan pikiran banyak orang di seluruh dunia."

"Saya mengenalnya sebagai seorang kesatria yang mulia, mencintai negaranya dan sangat menderita karena jauh dari tanah airnya," kata dia, sambil meminta kepada Arab Saudi untuk membawa pelaku dan perencana kejahatan brutal ini ke pengadilan.

Anadolu Agency/lif

Berita Terkait

Baca Juga