Pelamar CPNS Membludak, Sosiolog: Bukti Indonesia Gagal Ciptakan Budaya Entrepreneur

Pelamar CPNS Membludak Sosiolog Bukti Indonesia Gagal Ciptakan Budaya Entrepreneur Sosiolog/ Pakar Sosiologi Ekonomi Unand Padang Prof. Damsar

Covesia.com - Pakar Sosiologi Ekonomi Universitas Andalas (Unand) Padang Sumatera Barat, Prof. Damsar menyebutkan Indonesia sudah gagal menciptakan budaya entrepreneurship (kewirausahaan) bagi generasi muda.

Hal ini dikatannya terkait membludaknya jumlah pelamar CPNS 2018 yang mencapai angka 4,34 juta orang dan disebut-sebut sebagai jumlah terbanyak pelamar CPNS dalam sejarah Indonesia.

Guru Besar Sosiologi Unand ini mengatakan meskipun perguruan tinggi (PT) terus giat memberikan dan berhasil menanamkan jiwa entrepreneur kepada mahasiswa namun kondisi ekonomi Indonesia saat inilah yang membuat semangat tersebut merosot.

"Perguruan Tinggi sebenarnya sudah berhasil menanamkan budaya entrepreneur tadi, namun ketika terjun ke lapangan, si mahasiswa ternyata menghadapi kenyataan bahwa lemahnya daya beli masyarakat karena faktor ekonomi tadi, maka kondisi inilah yang membuat semangat dan budaya tadi jeblok," terangnya kepada Covesia.com melalui telepon, Senin (22/10/2018).

Karena itu, lanjut lulusan doktoral Universitas Bielefeld Jerman ini, masyarakat dengan sendirinya akan memilih opsi pekerjaan yang memberikan keamanan dan kenyaman untuk hidup mereka dan salah satunya pilihan itu adalah dengan melamar CPNS.

"Setiap orang membutuhkan rasa safety tadi sehingga dibandingkan bekerja di perusahaan bonefit yang memiliki kemungkikan bangkrut dan PHK maka masyarakat lebih memilih CPNS. Karena PNS merupakan perkaan yang memberi jaminan hingga tua dan bahkan hingga meninggal," tambahnya.

Sebenarnya pada era pemerintahan SBY lanjutnya masyarakat mulai meninggalkan pemikiran atau paradikma menjadi PNS adalah pekerjaan yang layak sehingga kala itu jumlah pelamar CPNS tidak lah banyak.

Namun melihat kondisi ekonomi Indonesia saat sekarang ini dimana minimnya lapangan pekerjaan dan lemahnya daya beli masyarakat sehingga PNS kembali menjadi pekerjaan yang dianggap aman karena menjamin hingga akhir hayat dan nyaman karena penghasilannya yang sudah dibilang layak.

(utr)

Berita Terkait

Baca Juga