BPBD: Zona Bahaya Tsunami di Mentawai dalam Radius 3-5 Km dari Bibir Pantai

BPBD Zona Bahaya Tsunami di Mentawai dalam Radius 35 Km dari Bibir Pantai Peta risiko bencana tsunami di Kabupaten Kep. Mentawai. Sumber: BPBD

Covesia.com - Berdasarkan data yang dihimpun covesia.com dari BPBD Mentawai, sebanyak 25 desa dari 43 desa atau sekitar 58,14 % di pesisir pantai terancam tsunami megathrust 8,8 SR. Sementara 3 hingga 5 km dari bibir pantai daerah tersebut berpotensi terdampak tsunami megathrust.

BPBD Mentawai menyebutkan, desa yang ada di pesisir pantai adalah Pulau Siberut terdiri atas Desa Simatalu, Sigapokna, Simalegi, Sikabaluan, Saliguma, Maileppet, Muara Siberut, Katurei, Pasakiat Taileleu,  Sagulubbek. 

Untuk wilayah Pulau Sipora, antara lain Desa Tuapejat,  Betumonga, Goiso Oinan, Matobe, Sioban, Mara, Nemnem Leleu,  Bosua, Beriulou.

Sedangkan untuk wilayah Pagai Utara, Sikakap dan Pagai Selatan antara lain Desa Saumanganyak, Matobe, Sikakap, Muara Taikako,   Silabu, dan Sinakak.

"Selebihnya merupakan desa aman terhadap tsunami, namun secara keseluruhan terdampak gempa bumi," papar Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Mentawai, Yusuf Hadisumarto.

Dari peta risiko bencana Tsunami, katanya, dapat dilihat pada alur berwarna oranye merupakan daerah yang terpapar tsunami hampir di seluruh tepian pantai Kepulauan Mentawai.

Dia menjelaskan, skenario dalam dokumen rencana kontijensi gempa bumi dan tsunami, sumber gempa atau epicentre diperkirakan 15 km sebelah barat Pulau Siberut karena subduksi lempeng tektonik.

"Hal ini mengakibatkan terjadinya gelombang tsunami dan diperkirakan mencapai pesisir pantai barat Kepulauan Mentawai dalam waktu 7–10 menit dengan ketinggian 5 sampai 10 meter dan landaan tsunami sampai 3-5 km, sedangkan pesisir barat provinsi Sumbar setinggi 6 meter dengan jarak 2-3 km dari bibir pantai,” tambahnya menjelaskan.

Sementara itu, pada zona tsunami seperti yang terjadi di Pulau Pagai tahun 2010 silam, terpapar secara keseluruhan di pantai baratnya hingga Sipora Selatan pada bagian Beriulou dan Bosua, kata Yusuf.

Dia menambahkan bahwa jarak zona aman tsunami tergantung pada kondisi wilayah. Jika memiliki perbukitan lebih  aman.

Jalur evakuasi alternatif menuju lokasi aman ada yang telah dibangun di beberapa desa, namun ada juga yang memprihatinkan yakni hanya satu jalur.

"Di desa Sikabaluan yang tidak memiliki perbukitan, hanya memiliki satu jalur evakuasi menuju Tamairang sekira 2 km dari pantai dan jika orang bertumpuk pada satu jalan, akan mempersulit proses evakuasi dan menghabiskan waktu sekitar 47 menit berdasarkan simulasi yang pernah dilakukan pada tahun 2014,” tutur Yusuf.

"Sementara di Tuapejat zona aman Tsunami berada di pendakian sebelah tower Km.0, Km.4 di gereja Piniel,” katanya mengakhiri.

Kontributor Mentawai: Kornelia Septin Rahayu

Berita Terkait

Baca Juga