2 Nagari di Agam Berpotensi Rusak Berat Diterjang Tsunami

2 Nagari di Agam Berpotensi Rusak Berat Diterjang Tsunami Peta zona bahaya tsunami Kabupaten Agam. Sumber: BPBD Agam

Covesia.com - Dua nagari di kecamatan Tanjung Mutiara, kabupaten Agam, provinsi Sumatera Barat berpotensi terdampak bencana tsunami. Seluas 80 persen daerahnya merupakan dataran rendah yang berpotensi rusak berat karena termasuk dalam zona merah bahaya tsunami.

Kepala Pelaksana BPBD Agam, M Luthfi mengatakan, dua nagari tersebut yakni nagari Tiku Selatan dan Tiku V Jorong. 

"Masyarakat Tiku Limo Jorong memiliki jumlah penduduk 15.362 jiwa dan Tiku Selatan sebanyak 13.924 jiwa, lebih dari 70 persen bermukim dan beraktivitas di dataran rendah. Jika tsunami terjadi masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut akan terdampak," urainya kepada Covesia.com, Sabtu (20/10/2018).

Dijelaskannya, warga Nagari Tiku Selatan, bisa langsung menuju jalur evakuasi yang telah ditentukan menuju kawasan perbukitan terdekat yang berada di Nagari Tiku Utara. 

"Lokasinya tidak jauh dari bibir pantai," ujarnya.

Sementara itu, pada Nagari Tiku V Jorong yang merupakan dataran rendah dan terbentang luas, BPBD sudah bekerja sama dengan pemerintah nagari untuk melakukan pendataan dan membuat jalur evakuasi efektif ke tempat yang lebih aman. 

"Kita juga sudah memberikan pengetahuan dan simulasi bencana kepada masyarakat, jika musibah terjadi mereka tidak panik dan sudah tahu apa yang harus dilakukan," lanjutnya.

Selain itu 2 nagari di Tanjung Mutiara tersebut sudah memiliki 9 unit sirene Early Warning Sistem, (EWS) yang tersebar di seluruh jorong. 

"Empat dari 9 unit sirene EWS saat ini dalam kondisi tidak berfungsi normal, namun kita akan segera melakukan perbaikan, dan akhir Oktober ini ditargetkan sudah berfungsi kembali," tuturnya.

(han/rdk)

Berita Terkait

Baca Juga