Pahami Peta Zona Tsunami Guna Maksimalkan Evakusi Secara Mandiri

Pahami Peta Zona Tsunami Guna Maksimalkan Evakusi Secara Mandiri Peta zona evakuasi tsunami Kota Padang. Sumber: BPBD

Covesia.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah membuat peta zona bahaya tsunami di berbagai daerah terutama yang berada di kawasan terancam bencana tsunami, termasuk Kota Padang. Pemahaman terhadap peta zona bahaya tsunami ini penting untuk memaksimalkan evakuasi secara mandiri.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padang menyebutkan sekitar 60 persen kawasan di kota itu termasuk ke dalam zona berbahaya tsunami. 

“Dalam konsensus bersama, berdasarkan berbagai kajian, telah disepakati sejauh 2 sampai 2,5 kilometer dari bibir pantai Kota Padang, merupakan kawasan berbahaya tsunami dengan total 60 persen luas wilayah terdampak,” sebut Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Padang, Henry kepada Covesia, Jumat (19/10/2018).

Dia mengatakan, diperkirakan oleh para ahli, ketinggian tsunami dari potensi megathrust Mentawai berkisar mulai dari 6 hingga 10 meter dari permukaan laut. 

Peta Zona Evakuasi Tsunami Kota Padang Dapat Diunduh Disini

Sementara, dari peta zona bahaya tsunami yang telah lama dirilis Pemko Padang, terdapat beberapa daerah yang lebih dari 2,5 km dari bibir pantai masih terdampak bahaya tsunami.

Henry mengatakan, daerah-daerah tersebut terdampak karena berada di sekitar daerah aliran sungai (DAS) yang notabene menjadi “jalan tol” bagi arus tsunami menerjang daratan.

“Maka kawasan sejauh 500 meter dari sisi kiri dan kanan sungai bisa terdampak luapan tsunami dari aliran sungai. Karena itulah, meski berjarak lebih dari 2,5 km dari bibir pantai, kawasan tersebut termasuk dalam zona merah atau bahaya,” jelasnya.

BPBD juga mengingatkan masyarakat, untuk tidak menggunakan jembatan, karena dikhawatirkan jembatan tersebut tidak mampu menahan beban di atasnya akibat kerusakan struktur penyangga pascagempa.

Selain itu, gelombang tsunami dari sumber megathrust Mentawai, diperkirakan memiliki kecepatan hingga 500 km per jam saat menuju bibir pantai. 

“Perkiraan waktu sampai ke bibir pantai adalah antara 25 hingga 30 menit pascagempa,” tambahnya.

Untuk itu, lanjut Henry, sejak awal, masyarakat harus menentukan pilihan akan menggunakan cara evakuasi horizontal (menjauh dari bibir pantai menuju zona aman tsunami) atau evakuasi vertikal (menuju shelter atau bangunan lebih dari 10 meter yang masih berdiri kokoh). 

(rdk)

Berita Terkait

Baca Juga