BPBD: Pasaman Barat Belum Punya Shelter, Serine Peringatan Dini Tsunami Rusak

BPBD Pasaman Barat Belum Punya Shelter Serine Peringatan Dini Tsunami Rusak Peta Bahaya Tsunami Pasaman Barat. Sumber: BPBD Pasbar

Covesia.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat, mengungkapkan hingga saat ini daerah itu belum memiliki shelter sebagai fasilitas pendukung yang akan menjadi tempat evakuasi bagi ribuan jiwa warga yang berada di kawasan bibir pantai, jika sewaktu-waktu bencana tsunami datang.

"Tahun 2013 lalu, Pemprov Sumbar melalui Dinas PU pernah membangun satu unit shelter di daerah Sasak, Kecamatan Ranah Pasisie," sebut Kepala BPBD Pasbar, Tri Wahluyo kepada Covesia, Kamis (18/10/2018). 

Namun hingga kini, katanya, pembangunan shelter itu masih mangkrak. 

"Rencananya akan dibangun tiga lantai, nyatanya satu lantai pun tidak tuntas, sehingga sampai saat ini shelter tersebut tidak bisa difungsikan," terang Tri.  

Belum lagi kata Tri Wahluyo, serine peringatan dini yang dipasang juga banyak yang rusak akibat sebagian komponen vital dicuri maling.

"Serine peringatan dini tsunami untuk wilayah pantai Pasbar ada 8 titik, sepanjang Pantai Sasak, Sikilang, Aia Bangih, hingga Pulau Panjang. Namun hanya empat yang aktif. Sisanya tidak aktif, karena banyak komponen vitalnya seperti baterai, payung radar dicuri maling," jelasnya.

Tri Wahluyo mengaku sudah melaporkan kondisi ini agar segera ditindaklanjuti oleh pemerintah setempat. 

"Dengan tingginya potensi kegempaan, khususnya yang terjadi di bawah laut sangat berpotensi menimbulkan tsunami," katanya. 

Dia menjelaskan, di Kabupaten Pasaman Barat ada 5 kecamatan dengan 12 nagari di pesisir pantai Barat. Lima kecamatan itu dihuni 18.047 KK serta 78.782 jiwa, yang berada di zona bahaya tsunami. 

"Kami sudah sampaikan kepada Bupati agar kondisi ini tidak berlarut lama, sebab jika sewaktu-waktu tsunami datang, ribuan jiwa terancam," tambahnya.

Saat ini kata Tri Wahluyo, pihaknya juga gencar melakukan kegiatan mitigasi bencana melalui simulasi penyelamatan diri dari bencana bagi warga yang berada di pesisir pantai Pasbar ke wilayah titik evakuasi.

"Kami juga sudah mensosialisasikan peta Kajian Resiko Bencana (KRB). Bahkan juga bagi siswa dan guru setempat. Dengan harapan bisa menjadi edukasi tentang tata cara menyelamatkan diri jika sewaktu-waktu bencana gempa atau tsunami datang," urainya. 

Meskipun demikian, menurutnya, kesiapsiagaan dari masyarakat adalah yang utama. 

Dia mengimbau, jika sewaktu-waktu terjadi gempa berkekuatan tinggi, lakukan upaya penyelamatan diri dan menjauh dari pantai ke titik evakuasi yang telah ditetapkan. 

(her/rdk) 

Baca juga: BPBD: Sirene Peringatan Dini Tsunami ada di Setiap Daerah Pesisir Pantai Sumbar

Berita Terkait

Baca Juga