Ancaman Megathrust, Warga Mangaungau Mentawai Berharap Pemerintah Bangun Jalur Evakuasi

Ancaman Megathrust Warga Mangaungau Mentawai Berharap Pemerintah Bangun Jalur Evakuasi Ilustrasi pusat gempa (Foto:BMKG)

Covesia.com - Gempa dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah akhir September lalu seolah menjadi pengingat bagi masyarakat Mentawai terutama mereka yang menjadi penyintas tsunami Mentawai pada 25 Oktober 2010 lalu.

Kejadian 8 tahun lalu masih meninggalkan trauma bagi sebagian besar mereka dan bencana di Palu kembali mengingatkan mereka akan rentannya mereka sebagai korban tsunami karena saat ini, mereka yang dulunya pindah ke perbukitan kini kembali tinggal di pemukiman lama di tepi pantai karena sulitnya kehidupan di tempat baru.

Salah satunya dialami 37 KK warga Dusun Mangaungau Desa Matobe Kecamatan Sikakap yang pada kejadian Oktober 2010, daerahnya ikut terdampak tsunami meskipun tidak sebesar di Pagai Selatan dan Pagai Utara. Gelombang tsunami ikut menghempas beberapa rumah di bibir pantai.

Kepala Dusun Mangaungau Desa Matobe, Aleksius Sagara-gara menyatakan, usai bencana pada Oktober 2010, warganya pindah ke dataran lebih tinggi yang berjarak sekira 2 km dari kampung lama, ada yang membangun rumah kayu, ada yang membuat hanya sekedar pondok.

Namun, mereka tinggal di sana hanya bertahan satu tahun saja sebab tidak ada akses jalan dari pusat kecamatan atau kampung lama ke kampung baru di atas bukit. Masyarakat kembali menghuni rumahnya di kampung lama.

"Tidak ada jalan menuju perkampungan baru membuat masyarakat yang tinggal di Dusun Mangaugau kembali lagi ke pemukiman lama di tepi pantai," kata Aleksius.

Menurut Aleksius, selain tidak ada jalan, sumber ekonomi masyarakat Mangaungau ada di kampung lama berupa ladang. Selain itu, mencari ikan di laut untuk kebutuhan protein keluarga juga lebih dekat.

"Sekarang ini masyarakat sangat berharap sekali pembangunan jalan trans Matobe-Saumanganya dilanjutkan sebab perkampungan baru direncanakan pembuatannya sekitar jalan trans Matobe Saumangannya, apalagi sekarang ini sudah banyak daerah lain yang terkena gempa bumi dan tsunami seperti di Sulawesi Tengah, sekarang ini saya hanya bisa sarankan kepada masyarakat agar tetap waspada karena seluruh masyarakat kita tinggal di sepanjang pantai," katanya.

Sumber: Mentawaikita

Baca juga: Berada di Puncak Siklus Megathrust, Sumbar Dalam Ancaman Gempa

Berita Terkait

Baca Juga