Berada di Puncak Siklus Megathrust, Sumbar Dalam Ancaman Gempa

Berada di Puncak Siklus Megathrust Sumbar Dalam Ancaman Gempa Peta Sesar Sumatera (Foto: Sumbarprov)

Covesia.com - Berdasarkan Peta Sumbar dan Bahaya Gempa Indonesia tahun 2017, terdapat potensi gempa dari megathrust (gempa besar) lautan barat Sumatera segmen Mentawai-Pulau Siberut bermagnitudo 8,7 dan segmen Mentawai-Pagai bermagnitudo 8,9.

Kondisi ini tentunya membuat masyarakat di pesisir barat pulau Sumatera terus dintuntut waspada atas ancaman bencana ini.

Menurut Pakar Kegempaan dari Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bandung Danny Hilman mengungkapkan para ahli telah menghitung siklus gempa besar ini dalam kurun 200-300 tahun, ia mengatakan saat ini merupakan masa puncak siklus gempa mentawai.

"Untuk 30 tahun ke depan, gempa Mentawai bisa terjadi. Itu sudah cukup jelas, sudah banyak makalahnya. Ahli gempa dunia tidak akan ada yang meragukan itu," katanya yang Covesia kutip dari laman geologi.co.id, Kamis (18/10/2018).

Senada dengan itu, BMKG sendiri telah mencatat sejak 1900 hingga 2014, sedikitnya telah terjadi 16 kali gempa bumi yang merusak di sekitar Megathrust Mentawai, empat diantaranya menimbulkan tsunami hebat.

Gempa yang menimbulkan kerusakan yang paling besar terjadi pada 30 September 2009 silam dengan kekuatan 7,9 SR dimana menyebabkan 1.100 orang meninggal dunia, 2.181 orang mengalami luka-luka,  dan lebih dari 2.650 bangunan rusak serta jaringan komunikasi dan listrik pun terputus akibat longsor.

Jauh sebelum 2009, gempa 5,8 SR pada 28 April 1979 silam juga tak kalah menimbulkan kerusakan. Saat itu 64 orang dilaporkan meninggal, 9 orang hilang 193 rumah roboh, 42 jembatan dan 138 bendungan serta irigasi rusak, dan 34 ternak mati. 

Gempa yang juga berdampak cukup signifikan lainnya terjadi pada 10 April 2005 lalu. Di mana, gempa bumi kali ini menimbulkan tsunami setinggi 40 centi meter di Kota Padang.

(utr)

Berita Terkait

Baca Juga