BAZNAS: Kerugian Gempa dan Tsunami Sulteng Capai Rp24,6 Triliun

BAZNAS Kerugian Gempa dan Tsunami Sulteng Capai Rp246 Triliun Dok. Anadolu Agency

Covesia.com - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengatakan kerugian akibat gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah mencapai Rp24,6 Triliun.

Ketua BAZNAS Bambang Sudibyo menjelaskan kerugian tersebut terdiri dari Rp23,9 triliun kerugian yang terjadi di Kota Palu dan Rp773,2 miliar kerugian di Kabupaten Donggala.

“Jumlah kerugian tersebut diperoleh dari analisis dampak kerusakan pasca-gempa dan tsunami melalui metodologi Damage and Loss Assessment (DaLA) yang dikenalkan oleh Komisi Ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa,” urai Bambang dalam keterangan resminya pada Sabtu.

Bambang menambahkan kerugian akibat dari gempa dan tsunami di Kota Palu dihitung dari kerusakan infrastruktur seperti fasilitas pendidikan serta kesehatan dan aktivitas ekonomi pada sektor industri, hortikultura dan peternakan.

Menurut Bambang, perhitungan kerusakan terbesar di kota berpenduduk 409.877 jiwa ini berasal dari sektor industri di Kecamatan Mantikulore sebesar 48 persen. Kecamatan ini memiliki 799 industri yang terdiri dari industri sedang, kecil dan industri mikro.

Perhitungan kerusakan terbesar untuk sektor hortikultura Kota Palu, lanjut dia, terjadi di Kecamatan Tawaeli dengan luas panen dari tanaman yang ada di sektor ini mencapai 574, 6 Hektare atau sebesar 40 persen dari total sektor hortikultura. 

Untuk sektor peternakan, kerugian terbesar terjadi di Kecamatan Palu Utara dengan jumlah hewan ternak terbanyak yaitu sebanyak 2.870.100 hewan atau mencapai 39 persen dari total peternakan yang ada. 

Sementara itu, Bambang mengatakan kerugian untuk Kabupaten Donggala yang sebesar Rp 773,2 miliar terdiri atas kerusakan infrastruktur seperti fasilitas pendidikan, kesehatan, serta sektor ekonomi dengan perhitungan kerusakan menimpa sektor perkebunan, hortikultura, dan peternakan. 

Dia menambahkan dari masing-masing kecamatan di kabupaten berpenduduk 298.722 jiwa ini terhitung kerusakan terbesar dari sektor perkebunan ada di Kecamatan Sindue Tambusabora yang mencapai 38 persen dari total seluruh perkebunan yang ada di Donggala. 

Jenis perkebunan yang ada di kecamatan ini adalah kelapa, kopi dan kakao, dengan produksi terbesar dihasilkan oleh kelapa dengan hasil kebun sebanyak 24.202 ton.

“Kerugian terbesar untuk sektor hortikultura sayuran untuk Kabupaten Donggala ada di Kecamatan Tanantovea sebesar 30 persen," ujar Bambang.

Sementara untuk sektor hortikultura buah-buahan, Kecamatan Sindue Tobata menempati porsi kerugian tertinggi sebesar 32 persen.

Selanjutnya, Bambang menyebut Kecamatan Dampelas adalah wilayah dengan kerugian hewan ternak terbesar. Jumlah hewan ternak di kecamatan tersebut mencapai 23 persen dari total ternak yang ada di Donggala. 

“Total peternakan yang ada terdiri dari ternak besar dan ternak kecil, dengan dominasi sapi sebanyak 8522 ekor dan ternak kecil didominasi oleh babi sebanyak 4523 ekor,” ungkap dia.

(ant/lif)

Berita Terkait

Baca Juga