KPK Periksa Dirut PJB Terkait Kasus PLTU Riau-1

KPK Periksa Dirut PJB Terkait Kasus PLTU Riau1 Dirut PT (PJB) Iwan Agung Firstantara diperiksa KPK sebagai saksi untuk tersangka mantan Menteri Sosial Idrus Marham dalam kasus PLTA Riau-1. (antara foto/Reno Esnir)

Covesia.com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Direktur Utama PT Pembangkitan Jawa Bali (PJB) Iwan Agung Firstantara dalam penyidikan tindak pidana korupsi suap kesepakatan kerja sama PLTU Riau-1.

Iwan Diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Idrus Marham yang merupakan mantan Menteri Sosial dan Plt Ketua Umum Partai Golkar.

"Cuma dipanggil untuk saksinya Pak Idrus," kata Iwan usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Saat dikonfirmasi apakah dirinya mengikuti pembahasan proyek PLTU Riau-1, Iwan mengaku bahwa dirinya hanya mengikuti pembahasan yang formal.

"Kesepakatan yang informal yang macam-macam ya enggak lah, kesepakatan formal saja," ucap Iwan.

Ia pun tidak mengetahui soal adanya "fee" dalam proyek PLTU Riau-1 tersebut. "Ya dari media saya tahu," ungkap Iwan.

Untuk diketahui, PT PJB merupakan anak perusahaan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang ditunjuk langsung dalam proyek pembangunan PLTU Riau-1.

 Dalam kasus itu, Idrus diduga menerima janji untuk mendapat bagian yang sama besar dari mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golkar Eni Maulani Saragih sebesar 1,5 juta dolar AS yang dijanjikan Johannes bila PPA (purchase power agreement) proyek PLTU Riau-1 berhasil dilaksanakan Johannes dan kawan-kawan.

Idrus diduga bersama-sama dengan Eni yang diduga telah menerima hadiah atau janji dari Johanes Budisutrisno Kotjo, pemegang saham Blakgold Natural Resources Limited terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau I.

Kotjo didakwa menyuap Eni Maulani Saragih dan Idrus Marham yang saat itu Plt Ketua Umum Partai Golkar senilai Rp4,75 miliar.

(ant/jon)

 

 

Berita Terkait

Baca Juga