Teknik Sambung Pucuk Tingkatkan Jumlah Produksi Kakao di Sumbar

Teknik Sambung Pucuk Tingkatkan Jumlah Produksi Kakao di Sumbar Ilustrasi tanaman Kakao (Foto: Pixabay)

Covesia.com - Sumatra Barat (Sumbar) merupakan salah satu sentra pengembangan kakao yang hasil produksinya masih kecil. Untuk meningkatkan produksi kakao, Swisscontact sebuah yayasan swasta di Swiss telah melakukan program kakao berkelanjutan lima daerah di Sumbar.

Direktur Sustainable Cocoa Production Program (SCPP) Cristina Rini menyebutkan, secara umum pohon tua dan klon tidak sesuai dengan kondisi alam merupakan persoalan yang dihadapi petani kakao di Sumbar, ini berdampak kepada jumlah produksi kakao per tahunnya.

Menurut nya, praktek budidaya kakao terbaik (Good agricultural practice) merupakan salah satu cara untuk meningkatkan jumlah produksi kakao, " Kita dampingi petani di kabupaten Tanah Datar, Pasaman, Limapuluh Kota dan Padang Pariaman untuk melakukan budidaya kakao terbaik," ujar Cristina di kantor BAPPEDA Sumbar, Rabu (10/10/2018).

Kata Cristina, untuk budidaya kakao terbaik, pihaknya telah mengenalkan teknik sambung pucuk dan sambung samping kepada petani. Teknik ini bertujuan agar antara klon yang tidak bagus dengan yang bagus bisa  dikawinkan. Sehingga hasil produksi kakao lebih maksimal.

"Dengan teknik ini, hasil produksi kakao pertahun rata-rata sebesar 437 kg/ha/ tahun," lanjutnya.

Selain pelatihan untuk petani, SCCP juga melakukan beberapa program lainnya seperti praktek pengelolaan gizi keluarga, pengelolaan usaha dan praktek pengelolaan lingkungan.

"Kita juga berkomitmen mengurangi emisi efek gas rumah kaca di Sumbar," sebutnya.

(dil)

Berita Terkait

Baca Juga