Komunitas Beranibaca.id Dongkrak Minat Baca Pemuda Indonesia

Komunitas Beranibacaid Dongkrak Minat Baca Pemuda Indonesia Ilustrasi

Covesia.com- Sejak didirikan 17 April lalu, komunitas beranibaca.id kini kian mendongkrak minat baca pemuda Indonesia. Komunitas ini sudah memiliki admin dari berbagai daerah di Indonesia bahkan Jepang, Dubai dan Mesir.

Ide membuat komunitas ini berasal dari pemuda Payakumbuh yang mengenyam pendidikan di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, Tareq Albana. 

Berdirinya beranibaca.id berawal saat ia membuat chalengge untuk dirinya sendiri dengan memposting 30 hari 30 buku di snapgram.

Namun setelah dua temannya  Indri Listia Putri dan Eka Fitria menyatakan bergabung, akhirnya mereka sepakat untuk menghadirkan chalengge 30 hari 30 buku ke publik. Saat itu diikuti 40 peserta . Meski belum semua peserta yang sukses menyelesaikan chalengge, antusias peserta menghasilkan 4 orang admin baru yang direkrut dari peserta chalengge 30 hari 30 buku tersebut.

Pada awalnya hanya berbentuk chalengge, kini sudah berkembang menjadi komunitas. Tepatnya, April lalu komunitas ini diurus oleh 3 founder dan 4 admin baru. Setiap bulan mengadakan chalengge dan diberi nama beranibaca.id

Tareq Albana mengatakan, tujuan komunitas ini dibentuk untuk meningkatkan minat baca pemuda Indonesia. Karena kebanyakan pemuda indonesia minim minat baca dan seolah takut pada buku, apalagi buku yang tebal. Padahal nyatanya, buku bukanlah hal yang harus ditakuti sebab buku bermanfaat bagi pembacanya.

Lebih lanjut Tareq mengatakan bahwa ia pernah mendengar pernyataan Najwa Shihab mengenai minat baca di Indonesia. Indonesia adalah negara yang suka baca no 61 dari 62 negara. 

“Dalam setiap seribu orang Indonesia hanya satu orang yang membaca, miris sekali melihatnya,” ungkap Tareq.

Komunitas ini berbeda dengan kebanyakan komunitas di Indonesia karena mengandalkan media sosial untuk melaksanakan kegiatannya. Whatsapp, Zoom, Instagram dan Skype adalah aplikasi penting bagi komunitas beranibaca.id.

"Dikarenakan admin dan peserta tersebar di berbagai daerah Indonesia dan beberapa negara, makanya komunitas memanfaatkan aplikasi yang ada. “Kita bisa bergerak di mana saja dan kapan saja," ungkap Tareq.

Komunitas beranibaca.id sekarang fokus mengurus challenge yang diadakan 15 hari tiap bulannya, membangun minat baca orang, memperkuat tim admin.

Sejauh ini komunitas beranibaca.id sudah memiliki 33 orang admin dari berbagai wilayah Indonesia seperti Kalimantan, Sulawesi, Jawa dan beberapa admin yang kuliah di luar negeri.

Komunitas BeraniBaca.id ini setidaknya mengubah kebiasaan dan minat baca orang lebih baik lagi. Yang awalnya hanya membaca satu buku sebulan menjadi 3-4 buku dalam sebulan. Dengan adanya komunitas ini orang lain juga bisa menemukan referensi bahan bacaan yang telah diulas oleh peserta pada Instagram BeraniBaca.id.

Tareq mengatakan untuk struktur organisasinya simple dan mudah dijalankan oleh angggotanya ada ketua, sekretaris, divisi admin (pengkaderan), divisi medsos, dan devisi kreatif.

Divisi admin mengontrol beberapa program challenge setiap bulan dan bedah buku sekali sebulan. Devisi sosial media memposting ulasan yang terdapat pada chalengge sedangkan devisi kreatif mengedit foto, dan desain. “Tidak tertutup kemungkinan ada divisi lainnya,” jelas Tareq.

Ia berharap komunitas beranibaca.id semakin maju, berkembang sehingga lahir komunitas BeraniNulis,  komunitas BeraniBicara nantinya. Dengan adanya komunitas tersebut lahirlah pola pikir pemuda Indonesia yang intelektual.

 “Tahapan intelektual dimulai dari membaca buku, mendapatkan informasi, setelahnya menulis, menuangkan informasi, dan terakhir berdiskusi mempertanggungjawabkan apa yang kita baca," tutupnya.

(laila)

Berita Terkait

Baca Juga