Presiden Jokowi Buka Rakernas IWAPI ke-28 di Padang

Presiden Jokowi Buka Rakernas IWAPI ke28 di Padang Presiden RI Joko Widodo saat membuka secara resmi Rakernas IWAPI ke-28 dengan ditandai pemukulan Tambua Tansa di Hotel Inna Padang, Senin (8/10/2018)(Foto: Covesia/Primadoni)

Covesia.com - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) ke-28 yang diadakan di Kota Padang, Sumatera Barat, dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan dihadiri sejumlah menteri kabinet kerja, Senin (8/10/2018). 

Pada Rakernas yang berlangsung 8-10 Oktober 2018 tahun ini, IWAPI mengusung tema IWAPI 43 tahun konsisten berperan meningkatkan pemberdayaan ekonomi perempuan untuk kesejahteraan keluarga serta pertumbuhan ekonomi Indonesia, menuju revolusi mental sebagai gerakan dalam pembangunan pemberdayaan perempuan untuk Indonesia sejahtera yang berkeadilan, berdaulat dan berdaya saing di pasar lokal, nasional, dan global. 

Dalam sambutanya ketua umum DPP IWAPI, Nita Yudi menjelaskan, dengan mengusung tema tersebut selaras dengan program Nawacita Pemerintah tentang pentingnya peningkatan partisipasi perempuan dalam ekonomi untuk mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dalam hal ini peran IWAPI dapat dimaksimalkan pada sektor pariwisata yang sangat dekat dengan bidang usaha para anggota IWAPI yaitu dibidang kuliner, fashion, souvenir, assesoris dan handycraft. 

“Sedangkan konsentrasi kedua dari program kerja RI 1 adalah bidang Industri 4.0 atau disebut Making Indonesia 4.0 dengan fokus pada 5 sektor dimana 3 sektor pertama adalah sektor yang padat karya sedangkan 2 sektor lainnya adalah sektor makanan dan minuman serta apparel/fashion dimana peran IWAPI dapat dimaksimalkan melalui ke 2 sektor tersebut,” ujarnya. 

Kemitraan strategis terus dijalankan dengan pihak pemerintah pusat sampai dengan pemerintah daerah dan pihak swasta baik dari dalam negeri maupun pihak luar negeri.

“Beberapa kemitraan yang kami bangun adalah kerjasama dengan Facebook dengan program ‘Shemeansbusiness’ dengan target mendigitalkan 1900-2300 para pelaku UMKM. Kemudian Google dengan program ‘Women Will’, lalu Telkom dengan market placenya Blanja.com dan Kementrian Komunikasi dan Informasi dengan program ‘Gerakan Ayoo UMKM jualan Online’ atau meng online UMKM sehingga seluruh anggota IWAPI saat ini sudah harus Go Digital,” ungkapnya

Lebih lanjut ia mengatakan, IWAPI terus road show dari daerah ke daerah. Begitu juga pelatihan untuk e-procurement untuk para anggota yang usahanya kontraktor, konsultan ataupun pengadaan barang dengan kerjasama kementrian PUPR dan MCAI yang dananya dari Amerika, agar para perempuan pengusaha dapat memenangkan tender-tender yang slalu didominasi oleh kaum pria. Serta beberapa pelatihan yang bermanfaat dan bisa meningkatkan usaha para anggota termasuk pelatihan eksport dari kemendag juga pelatihan UMKM dan serta pendaftaran PIRT, mendapatkan sertiflkat Halal secara gartis yang dibantu oleh Kementrian Koperasi dan UKM. 

Sementara itu, dalam sambutannya, Presiden RI Joko Widodo mengatakan, peran perempuan pengusaha sangat penting dalam memajukan ekonomi Indonesia. Sebab menurutnya, seorang perempuan pengusaha lebih gigih dan ulet dari pengusaha laki-laki. 

"Waktu saya masih menjadi pengusaha saya kenal banyak perempuan pengusaha di Kota Solo, banyak sekali. Yang ada di Pasar Klewer 90 persen itu wanita semua," ungkap Jokowi dihadapan 1.200 peserta Rakernas.

Lebih lanjut Jokowi menyebutkan, bahwa ia banyak mengenal wanita pengusaha tangguh. Dan dari situ lah ia melihat yang mana perempuan pengusaha sebenarnya lebih gigih dari pengusaha laki-laki.

Pada Rakernas ini, Jokowi berharap, dengan peran perempuan pengusaha juga dapat membuka lapangan pekerjaan. Selain itu, diharapkan juga perempuan pengusaha dapat berkompetensi tidak hanya dalam negeri namun juga di luar negeri. 

"Artinya pengusaha tidak takut berkompetensi dengan negara lain. Indonesia membutuhkan makin banyak perempuan pengusaha kalau ekonomi kita ingin maju,” kata Jokowi.

(don)

Berita Terkait

Baca Juga