Hindari Dampak Topan Mangkhut, Kereta Api Cepat China Berhenti Beroperasi

Hindari Dampak Topan Mangkhut Kereta Api Cepat China Berhenti Beroperasi Ilustrasi (pixabay)

Covesia.com - Kereta api cepat di wilayah selatan China, Minggu, berhenti beroperasi untuk menghindari dampak topan Mangkhut.

China Railway Guangzhou Group Co (CRGG) dalam pernyataan persnya mengatakan bahwa pihaknya sejak Sabtu malam mengerahkan 10 ribu petugas di sepanjang rel wilayah selatan China untuk menghadapi kerusakan akibat topan tersebut.

Kereta api cepat di sekitar pulau Hainan juga tidak melayani penumpang sejak Minggu pukul 16.00 (15.00 WIB).

Pemberangkatan beberapa rangkaian kereta tertunda karena badai petir, yang mengiringi Mangkhut, kata pernyataan CRGG seperti dikutip kantor berita Xinhua.

Badan Pusat Meteorologi Nasional China memperkirakan topan Mangkhut mendarat di Provinsi Guangdong (wilayah selatan) antara Minggu sore hingga malam.

Konsulat Jenderal Indonesia di Hongkong juga mengimbau pekerja Indonesia mewaspadai cuaca buruk akibat badai itu.

Sabtu dan Minggu adalah hari libur, yang diberikan majikan kepada pekerja Indonesia, yang di Hongkong diperkirakan mencapai 154.000 orang dan hampir semua perempuan pekerja sektor informal.

Mangkhut, salah satu badai terkuat pada tahun ini, dilaporkan menewaskan sedikit-dikitnya tiga orang dan melukai empat lagi di Filipina utara pada Sabtu dini hari.

Pada dua pekan sebelumnya, wilayah selatan China juga dilanda hujan deras. Bencana tersebut menyebabkan tiga orang tewas dan tiga lagi hilang serta menunda sejumlah jadwal penerbangan dari bandar udara antarbangsa Baoan di Shenzhen, provinsi Guangdong. (ant/adi)

Berita Terkait

Baca Juga