Uni Eropa Prihatin Putusan Eksekusi Massal Anggota IKhwanul Muslimin di Mesir

Uni Eropa Prihatin Putusan Eksekusi Massal Anggota IKhwanul Muslimin di Mesir Ilustrasi

Covesia.com - Uni Eropa (UE) pada Selasa (11/9) waktu setempat menyatakan keprihatinan atas keputusan eksekusi massal 75 anggota Ikhwanul Muslimin di Mesir.

"Ada keraguan serius tentang hak terdakwa untuk pengadilan yang adil, sehubungan dengan eksekusi hukuman mati bagi 75 anggota Ikhwanul Muslimin oleh pengadilan di Mesir," kata juru bicara Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Uni Eropa Maja Kojiancic dalam sebuah pernyataan.

"Selain itu, situasi dari kasus-kasus ini menimbulkan keraguan serius atas kepatuhan pada prosedur," kata pernyataan itu.

"Kami berharap pihak berwenang Mesir menghormati Konstitusi Mesir dan kewajiban internasional," tambahnya.

Mesir telah diguncang oleh kekerasan dan kekacauan sejak 2013, ketika Mohamed Morsi, presiden terpilih pertama Mesir dan seorang pemimpin Ikhwanul Muslimin yang digulingkan dan dipenjara dalam kudeta militer berdarah.

Dalam hampir lima tahun sejak penggulingan Morsi, pihak berwenang Mesir telah melakukan penindasan tanpa henti terhadap perbedaan pendapat, menewaskan ratusan dan menjebloskan ribuan orang beberapa sumber lainnya mengatakan puluhan ribu ke dalam penjara.

(lif)

Berita Terkait

Baca Juga