Masyarakat Pasaman Keluhkan Kondisi Ekonomi Kian Lesu

Masyarakat Pasaman Keluhkan Kondisi Ekonomi Kian Lesu Kondisi Pasar Tradisional Pasar Benteng yang sepi pembeli, Selasa (11/09/2018). (Foto: Heri/ Covesia)

Covesia.com - Masyarakat Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat mengeluhkan kondisi putaran ekonomi yang kian lesu. Transaksi jual beli di beberapa pasar tradisional mengelami penurunan, sebab sepi pengunjung dan konsumen. Belum lagi harga hasil tani yang kian merosot.

"Beberapa bulan ini, semenjak hari raya Idul Fitri memang sangat terasa drastisnya penurunan jual-beli. Pasar sangat drastis sepi pengunjung. Kondisi ini jelas mempengaruhi pendapatan kami sebagai pedagang,"terang salah seorang pedagang Pasar Benteng Lubuk Sikaping, Harfika (32), Selasa (11/09/2018).

Menurut Harfika, kondisi ini diperparah seiring kian merosotnya harga berbagai hasil tani seperti Karet yang merupakan rata-rata sebagai sumber pendapatan Masyarakat Pasaman.

"Mayoritas masyarakat Pasaman ini kan bertani. Sementara harga jual hasil taninya terus merosot. Sementara harga sembako terus meroket. Ini jelas sangat berpengaruh terhadap permintaan konsumen akan barang,"katanya.

Sementara menurut salah seorang pedagang lainnya, Indah mengatakan sepinya pasar dari konsumen juga dipengaruhi oleh minimnya proyek pembangunan yang dilakukan pemerintah Kabupaten Pasaman. Sehingga, beberapa masyarakat Pasaman yang berprofesi sebagai buruh tukang hingga buruh kasar lainnya banyak yang menganggur.

"Menurut saya minimnya pelaksanaan proyek pembangunan di Pasaman juga besar dampaknya bagi masyarakat yang berprofesi sebagai buruh. Tukang bangunan, tukang pasir hingga penambang batu. Kalau tak ada proyek pemerintah, ya begini jadinya. Pasar sepi, nilai tukar masyarakatpun menurun,” kata Indah.

Lebih lanjut kata Indah, penyebab lainhya juga diperparah curah hujan yang tinggi saat ini jelas berdampak pada hasil tani masyarakat.

"Saat ini curah hujan tinggi di Pasaman. Hasil tabi banyak yang tidak sesuai harapan seperti Coklat, Pinang apalagi Karet. Kami berharap Pemkab Pasaman bergerak cepat atasi kondisi ekonomi masyarakat seperti ini,"tutupnya.

(hri/utr)

Berita Terkait

Baca Juga