Dolar Naik Belum Pengaruhi Kebutuhan Impor di Bukittinggi

Dolar Naik Belum Pengaruhi Kebutuhan Impor di Bukittinggi Ilustrasi Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, saat kunjungi Pasar Raya Padang terkait pantauan kestabilan harga beberapa waktu yang lalu (Foto: Covesia/ Primadoni)

Covesia.com - Kenaikan harga dolar belum mempengaruhi kebutuhan impor di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar).

Seperti harga impor kedele, bahan dasar pembuatan tahu dan tempe ini belum mempengaruhi harga jual bahan pokok tersebut. Serta harga jual daging ayam dan telur ayam ras dikarenakan harga pangan ternak naik. 

Hal demikian disampaikan kepala bidang perdagangan kota Bukittinggi, Alizar kepada Covesia.com saat diwawancarai, Senin (10/9/2018).

"Memang ada kenaikan sebesar 4 sampai 5 persen bahan kedelai, namun tidak mempengaruhi harga jual tahu dan tempe di pasar. Akan tetapi untuk harga jual daging ayam dan telur ayam ras sedikit mempengaruhi harga jual," katanya. 

Di samping itu, menurut salah seorang penjual tahu di pasar tradisional Bukittinggi, Joko mengatakan bahwa naiknya harga dolar memang mempengaruhi impor kedelai namun kenaikan tidak begitu siginifikan. 

"Kita jual masih harga yang sama, kalau dinaikkan takutnya pelanggan lari," sebutnya. 

(deb) 

Berita Terkait

Baca Juga